Semester I/2026, Laba Bersih MAPA Tumbuh 30,48% YoY Jadi Rp864,3M

Semester I/2026, Laba Bersih MAPA Tumbuh 30,48% YoY Jadi Rp864,3M
Laba MAP Aktif Adiperkasa Naik 30,48% YoY pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) mencatatkan performa bisnis yang kokoh sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Laba bersih yang berhasil dikantongi oleh pihak perseroan bahkan tercatat mengalami lonjakan sebesar 30,48% year-on-year (YoY).

Merujuk pada catatan laporan keuangan per 30 Juli 2026, MAPA meraup total penjualan senilai Rp10,12 triliun sepanjang paruh pertama tahun 2026. Angka realisasi tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar 15,10% YoY apabila disandingkan dengan perolehan Rp8,79 triliun pada kurun waktu yang sama di tahun 2025. 

Peningkatan penjualan MAPA ini utamanya digerakkan oleh hasil positif dari segmen penjualan eceran yang membukukan nilai hingga Rp9,44 triliun atau naik 15,75% YoY dari posisi Rp8,15 triliun pada periode serupa tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk lini segmen non-eceran, MAPA mengantongi pendapatan senilai Rp1,02 triliun atau mengalami penurunan 21,26% YoY dari angka Rp1,30 triliun pada rentang waktu yang setara tahun 2025.

Seiring dengan bertambahnya pos pendapatan perseroan, MAPA juga mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp5,33 triliun atau naik 14,71% YoY dari nominal Rp4,65 triliun pada periode yang sama tahun 2025. 

Selepas dikurangi oleh akumulasi berbagai beban operasional serta kewajiban pajak, MAPA akhirnya membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp864,38 miliar. Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 30,48% YoY jika dibandingkan dengan perolehan Rp662,42 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Dari sudut pandang neraca keuangan, MAPA membukukan total aset yang bertumbuh hingga mencapai Rp15,74 triliun per Juni 2026. Angka tersebut mengalami kenaikan dari posisi akhir Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp14,17 triliun. Melonjaknya total aset perseroan utamanya dipicu oleh bertambahnya jumlah aset lancar MAPA yang mengembang menjadi Rp9,16 triliun dari sebelumnya Rp8,13 triliun pada tahun 2025.

Sejalan dengan dinamika tersebut, total liabilitas perseroan turut meningkat menjadi Rp6,05 triliun pada Juni 2026, yang mengalami kenaikan dari posisi Rp5,33 triliun per Desember 2025. Di sisi lain, total ekuitas perseroan juga ikut terdongkrak naik menjadi Rp9,69 triliun pada Juni 2026, meningkat dari catatan sebelumnya sebesar Rp8,84 triliun pada Desember 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index