JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Penguatan rupiah didukung oleh membaiknya sentimen risiko global serta pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap solid.
Meredanya harga minyak dunia turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi akibat ketegangan geopolitik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 yang berada di atas perkiraan pasar semakin memperkuat optimisme investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Mengacu data Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026) menguat 0,52% atau 94 poin ke posisi Rp17.933 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,05% ke level 99,81.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyampaikan bahwa penguatan rupiah dipengaruhi oleh meredanya tekanan eksternal setelah harga minyak mentah dunia mengalami koreksi seiring meningkatnya harapan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
"Rupiah ditutup menguat cukup besar di level 17.933 terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia di tengah harapan damai di Timur Tengah. Data PDB kuartal II Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan semakin mendukung penguatan rupiah," ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan meningkat 3,73% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/QtQ).
Menurut Lukman, pelaku pasar selanjutnya akan memperhatikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, terutama indeks ISM Services dan data ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada malam hari.
Apabila tidak terdapat sentimen negatif baru dari eksternal, rupiah diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan bergerak dalam kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8/2026).
Pada pukul 09.07 WIB, rupiah dibuka menguat 0,12% atau 22 poin menuju level Rp17.911 per dolar AS. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,01% ke posisi 99,67.
Kemudian pada pukul 13.24 WIB, rupiah masih menguat 0,10% atau 18 poin ke level Rp17.915 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS bergerak naik 0,06% ke posisi 99,74.
Hingga penutupan perdagangan pukul 15.28 WIB, rupiah tercatat menguat tipis 0,06% atau 10 poin ke level Rp17.923 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS menguat 0,07% ke posisi 99,75.