Kemenkes Instruksikan TEP untuk Petakan Kondisi Kesehatan di Kawasan Transmigrasi

Kemenkes Instruksikan TEP untuk Petakan Kondisi Kesehatan di Kawasan Transmigrasi
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Kementerian Transmigrasi memetakan persoalan kesehatan serta layanan dasar penduduk di area transmigrasi demi menunjang penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengungkapkan pemetaan tersebut mesti dilaksanakan bersamaan dengan identifikasi potensi ekonomi oleh 1.476 anggota TEP yang akan ditempatkan di berbagai daerah transmigrasi.

“Jadi ini PR (pekerjaan rumah) kami semua, nanti saya harapkan teman-teman Tim Ekspedisi Patriot selain melihat potensi ekonomi, juga melihat sumber daya manusianya ketika pergi ke lapangan,” kata Maria dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Saat memberikan pengarahan kepada anggota TEP 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Maria menuturkan peserta TEP perlu mengamati kondisi kesehatan warga dari kelompok bayi, remaja, dewasa sampai lanjut usia, termasuk akses terhadap fasilitas serta layanan kesehatan dasar.

Ia menyebut penguatan kualitas kesehatan menjadi komponen krusial dalam mewujudkan Indonesia maju karena keberhasilan pembangunan tidak sekadar ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, melainkan juga oleh kemampuan masyarakat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif dalam jangka waktu lebih panjang.

Menurut Maria, angka harapan hidup penduduk Indonesia saat ini rata-rata sekitar 74 tahun, sementara DKI Jakarta berada di kisaran 76 tahun dan Papua Pegunungan sekitar 67–68 tahun.

Ia memaparkan tantangan kesehatan masyarakat juga ditunjukkan oleh pergeseran penyebab kematian ke arah penyakit tidak menular.

Stroke masih menjadi pemicu utama kematian, diikuti penyakit jantung, diabetes, sedangkan gagal ginjal sudah masuk dalam 10 besar penyebab kematian.

Situasi tersebut, menurut dia, perlu menjadi perhatian karena sebagian penyakit tidak menular dapat diantisipasi lebih dini lewat perubahan perilaku, deteksi dini, serta penguatan layanan kesehatan primer.

Maria meminta anggota TEP turut memperhatikan pola makan masyarakat, aktivitas fisik, akses air bersih dan sanitasi, perilaku tidak merokok, imunisasi, kesehatan mental, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Ia juga menyemangati peserta mendatangi puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di wilayah penugasan untuk mendapatkan gambaran kondisi pelayanan kesehatan masyarakat secara langsung.

“Nanti boleh dilihat kondisi puskesmas di sana, pelayanan di sana bisa juga dibantu. Dalam keadaan seperti ini kami bisa lihat outcome kesehatannya dari stunting misalnya,” ujar dia.

Maria mencontohkan Papua Tengah memiliki 127 puskesmas, dengan 88 puskesmas berada di wilayah terpencil dan 23 lainnya di wilayah sangat terpencil.

Keterbatasan akses tersebut, menurut dia, turut berkaitan dengan capaian kesehatan masyarakat di sejumlah daerah.

Pemerintah, lanjutnya, juga melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis yang telah menjangkau sekitar 70 juta orang dan menargetkan 130 juta pemeriksaan, meskipun akses terhadap program tersebut di sejumlah wilayah Papua masih rendah.

Karena itu, ia berharap pemetaan yang dilakukan TEP dapat mendukung program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, termasuk Cek Kesehatan Gratis, penanggulangan tuberkulosis (TBC), serta peningkatan akses pelayanan rumah sakit.

“Semoga semua Tim Ekspedisi Patriot bisa berkontribusi juga mengambil bagian dalam usaha kami membuat masyarakat sehat di daerah-daerah yang didatangi,” ucap Maria.

Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi yang diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp226 miliar atau sekitar 35 persen dari anggaran Kementerian Transmigrasi 2026 untuk program Transmigrasi Patriot.

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pemetaan TEP tahun sebelumnya dan diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis riset guna mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index