JAKARTA - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, gencar memacu pembenahan infrastruktur serta integrasi layanan teknologi digital demi memperkokoh posisinya sebagai salah satu hub penerbangan strategis di wilayah Asia Tenggara.
"Kami ingin pertumbuhan trafik yang terus meningkat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kapasitas bandara, menghadirkan layanan berbasis teknologi, serta meningkatkan kompetensi seluruh petugas agar setiap penumpang merasakan perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan berkesan," kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Jumat (7/8/2026).
Ia menerangkan, lonjakan trafik penumpang dimanfaatkan sebagai momentum bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk terus menggarap pembenahan secara komprehensif, baik dari aspek fisik infrastruktur, pemenuhan pelayanan, hingga pemanfaatan teknologi modern.
Di mana, lanjutnya, serangkaian agenda perbaikan tersebut diwujudkan lewat skema transformasi yang berorientasi pada tiga pilar utama, yaitu premises, people, serta process dengan dorongan teknologi sebagai fondasinya.
Ia menambahkan, pada saat ini pengerjaan revitalisasi Terminal 1A masih terus berlangsung yang bakal mendongkrak daya tampung terminal dari semula 5,7 juta menjadi 10 juta penumpang per tahun. Di samping itu, program beautifikasi Terminal 3 juga giat dilaksanakan melalui penataan ulang area check-in, penyegaran boarding lounge, penambahan fasilitas kursi di area boarding gate, hingga optimalisasi berbagai fasilitas publik supaya para pengguna jasa mendapatkan pengalaman perjalanan yang kian memuaskan.
"Bandara Soekarno-Hatta juga terus memperluas pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah dan efisien. Berbagai inovasi seperti self bag drop, bag tracking, layanan keberangkatan berbasis biometrik, hingga digital wayfinding yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel telah diterapkan untuk mempermudah proses perjalanan penumpang sejak tiba di bandara hingga menuju pesawat," katanya menjelaskan.
Selain pembangunan fisik dan digitalisasi sistem pelayanan, Heru menggarisbawahi bahwa agenda penguatan kualitas sumber daya manusia turut dijadikan fokus mendasar Bandara Soetta.
Menurutnya, lewat wadah CX Academy, InJourney Airports mematangkan kompetensi para petugas garda depan agar sanggup menyajikan kualitas pelayanan profesional berstandar global.
"Berbagai rekomendasi dari Skytrax juga terus ditindaklanjuti, mulai dari peningkatan Flight Information Display System (FIDS), optimalisasi kanal digital bandara, hingga penyempurnaan fasilitas secara berkelanjutan," ujar dia.
Ia menguraikan, merujuk pada publikasi Official Airline Guide (OAG) Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menduduki posisi kedua sebagai bandara paling sibuk di Asia Tenggara berdasarkan ketersediaan kapasitas kursi penerbangan terjadwal (scheduled seat capacity), yakni menembus 3,32 juta kursi atau terangkat 3,2 persen dari kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.
"Pencapaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekaligus mempertegas perannya sebagai gerbang utama transportasi udara Indonesia yang menghubungkan berbagai kota di dalam negeri maupun destinasi internasional," katanya.
Luasnya jangkauan konektivitas tersebut turut tergambar dari performa operasional Bandara Soekarno-Hatta sepanjang Semester I/2026. Selama rentang Januari hingga Juni 2026, bandara ini mencatatkan pelayanan bagi 25,9 juta penumpang dengan total 177.724 lalu lintas pergerakan pesawat. Dari keseluruhan angka penumpang itu, sebanyak 17,55 juta merupakan penumpang penerbangan domestik dan 8,35 juta merupakan penumpang rute internasional.
"Saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia dengan 202 destinasi, terdiri atas 130 rute internasional dan 72 rute domestik," kata dia.