BCA Buktikan Komitmen Lewat Kredit Produktif Rp 802 Triliun Juni 2026

BCA Buktikan Komitmen Lewat Kredit Produktif Rp 802 Triliun Juni 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BCA). (Foto: NET)

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) senantiasa memperkokoh distribusi pinjaman ke lini-lini produktif. Sampai dengan Juni 2026, pembiayaan produktif korporasi menyentuh angka Rp 802 triliun alias menanjak 11% secara tahunan (year on year/YoY), jauh melampaui laju kenaikan total pembiayaan. 

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyatakan, pinjaman produktif menjadi penopang utama portofolio pendanaan BCA. Secara menyeluruh, akumulasi pinjaman BCA menembus Rp 1.036 triliun hingga Juni 2026 atau menguat 8% YoY.

"Per Juni 2026, penyaluran kredit produktif BCA tumbuh 11% YoY mencapai Rp 802 triliun. Nilai tersebut mendominasi penyaluran kredit BCA yang secara total naik 8% YoY menjadi Rp 1.036 triliun," 

Dari keseluruhan pembiayaan produktif itu, alokasi kredit investasi menembus Rp 388 triliun atau melesat 16% dibanding kurun waktu serupa tahun sebelumnya. Hera menerangkan, pendanaan investasi serta modal kerja BCA tetap diarahkan ke sejumlah bidang yang mempunyai potensi kemajuan, meliputi bidang industri pengolahan, perdagangan, kuliner dan perhotelan, layanan komersial, serta sektor produktif lainnya. 

Berdasarkan pandangannya, tren distribusi pinjaman secara lazim bakal mengikuti dinamika aktivitas perekonomian. Oleh sebab itu, BCA konsisten mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menggelontorkan pendanaan agar mutu aset senantiasa terpelihara.

"Pada umumnya, tren penyaluran kredit sejalan dengan kondisi perekonomian. BCA senantiasa menyalurkan kredit berkualitas ke berbagai segmen dan sektor secara prudent, dengan memperhatikan kemampuan calon debitur beradaptasi terhadap perubahan kebijakan maupun kondisi ekonomi," kata Hera.

Ia mengimbuhkan, pihak korporasi turut menjalankan ketertiban tata kelola risiko di setiap tahapan distribusi pinjaman. Upaya tersebut ditempuh supaya ekspansi pembiayaan senantiasa berkesinambungan sekaligus sanggup mempertahankan mutu portofolio pendanaan di tengah gejolak ekonomi dalam negeri maupun internasional. 

Berbekal taktik tersebut, BCA menaruh harapan besar bahwa kenaikan kredit produktif, terutama kredit investasi serta modal kerja, sanggup terus menopang ekspansi usaha perseroan sepanjang tahun berjalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index