JAKARTA - Musim kemarau menjadi momentum bagi petambak garam untuk meningkatkan produksi seiring kondisi cuaca yang lebih mendukung proses penguapan air laut.
Keadaan itu dimanfaatkan petambak di beberapa wilayah guna mendongkrak hasil panen sekaligus memenuhi permintaan garam masyarakat.
Petambak mengumpulkan garam rakyat di kawasan tambak Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan panen dijalankan dengan mengandalkan situasi musim kemarau yang menunjang proses pembuatan garam secara lebih maksimal.
Petambak di daerah itu sanggup menaikkan produksi dari sekitar 100 kilogram per pekan ketika musim hujan menjadi 150–250 kilogram dalam kurun waktu empat hari.
Lonjakan produksi tersebut diperoleh dari satu petak tambak dengan ukuran sekitar 80 meter persegi.
Produktivitas yang bertambah selama musim kemarau membuka peluang bagi petambak untuk mendapatkan hasil panen lebih banyak. Situasi itu sekaligus memperlihatkan fungsi cuaca dalam menopang kegiatan produksi garam rakyat di daerah pesisir Palu.