Harga Minyak Dunia Melonjak Naik Akibat Ketidakpastian Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Naik Akibat Ketidakpastian Selat Hormuz
Nilai minyak global meningkat pada penutupan perdagangan pekan ini. (Foto: NET)

JAKARTA - Nilai minyak global meningkat pada penutupan perdagangan pekan ini atau Jumat (7/8/2026). Hal itu sejalan pelaku pasar yang masih menunggu kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari CNBC International, kontrak berjangka minyak mentah Brent meningkat lebih dari 1% ke level $83,55 per barel. Serupa, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat sekitar 1% ke level $78,18 per barel. Akan tetapi, secara akumulatif dalam sepekan, harga minyak merosot lebih dari 7%.

Amerika Serikat (AS) menyatakan, kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz dengan jaminan kebebasan arus lalu lintas kapal segera terwujud. 

Kendati demikian, perjanjian itu belum juga diumumkan. Di samping itu, menurut korporasi intelijen perdagangan Kpler, arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz merosot 33% pada hari Jumat dibanding hari sebelumnya, dengan mayoritas kapal memakai jalur Iran.

Pada sisi berbeda, Iran dan Oman hampir menggapai kesepakatan guna memulihkan sebagian lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Walau begitu, pembukaan seutuhnya jalur strategis tersebut tetap bertumpu pada kesiapan AS memenuhi sejumlah komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Menukil Al Jazeera, Minggu (9/8/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutkan kesepakatan dengan Oman sudah "sangat dekat". 

Meskipun demikian, pejabat tersebut menggarisbawahi pembukaan penuh Selat Hormuz akan bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap komitmen dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang disepakati pada Juni.

Iran memandang sejumlah komitmen AS dalam kesepakatan tersebut telah dilanggar. 

Teheran sebelumnya mempermasalahkan sokongan AS terhadap jalur selatan di Selat Hormuz tanpa koordinasi bersama Iran, kegagalan meredam serangan Israel ke Lebanon, serta keengganan mencairkan dana Iran yang dibekukan di luar negeri akibat sanksi.

Pada sisi lain, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Hossein Mohebbi mengemukakan pembukaan Selat Hormuz mempunyai mekanisme tersendiri dan tidak bersangkut paut langsung dengan perundingan Iran dan Oman.

"Pembukaan Selat Hormuz memiliki mekanisme khusus dan tidak ada hubungannya dengan negosiasi antara Iran dan Oman," kata Mohebbi kepada media pemerintah Iran.

Pejabat itu menuturkan AS pada akhirnya wajib memenuhi syarat yang dipatok Iran guna membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Menurut pandangannya, IRGC melihat Selat Hormuz bukan sekadar jalur ekonomi, melainkan sumber kekuatan yang bertalian dengan letak geografis Iran. 

Mohebbi turut mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump supaya tidak campur tangan dalam pembicaraan Iran dan Oman yang diistilahkannya hampir tiba di fase akhir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index