JAKARTA - Mantan pemegang sabuk juara dunia kelas berat (minimum 90,7kg) terpadu, Tyson Fury, memberi sinyal kuat bahwasanya pertarungan menghadapi sesama mantan juara terpadu, Anthony Joshua, bakal dipublikasikan dalam tempo dekat.
"Pertarungan besar akan segera terjadi. Ini pertarungan yang selama ini kalian tunggu-tunggu. Akan segera diumumkan, pantau terus," kata Tyson Fury dalam video yang direkam sendiri dan diunggah di media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut ia lontarkan berkisar 48 jam pasca petinggi Zuffa Boxing sekaligus CEO Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White, mengekspresikan rasa kecewanya terkait dinamika negosiasi yang tengah berjalan demi merampungkan kesepakatan laga antardua mantan penguasa kelas berat tersebut.
Fury dan Joshua telah diproyeksikan untuk bertarung pada November mendatang. Titik krusial yang masih mengganjal saat ini yakni menentukan apakah duel sesama jawara asal Inggris tersebut bakal dihelat di Inggris Raya atau Amerika Serikat.
Promotor yang mendampingi karier Joshua, Eddie Hearn dari Matchroom Boxing, mengutarakan bahwa dirinya telah sepakat agar pertarungan digelar di Inggris, sehingga opsi pemindahan lokasi harus melalui proses negosiasi ulang.
Fury menyabet gelar juara dunia kelas berat versi WBA (Super), IBF, WBO, dan IBO pada 2015 usai menumbangkan Wladimir Klitschko.
Petinju bersenjata julukan "The Gypsy King" tersebut kemudian dicopot dari gelar IBF pada Desember 2015 lantaran lebih memilih melakoni rematch kontra Klitschko ketimbang melayani penantang wajib IBF, Vyacheslav Glazkov.
Pada Oktober 2016, Fury memutuskan melepaskan sabuk juara WBA dan WBO milik dirinya usai absen bertanding untuk mempertahankan gelar dan memilih berfokus pada masa pemulihan.
Ia lantas beralih meraih gelar juara WBC usai merobohkan Deontay Wilder pada 2020. Akan tetapi, takhta tersebut terlepas usai dirinya menderita kekalahan dari Oleksandr Usyk dalam duel unifikasi demi menyandang predikat juara sejati.
Di pertarungan pamungkasnya, Fury sukses mencetak kemenangan knockout (KO) atas Mariusz Wach pada duel di Thailand, sekaligus memperjelas rekor bertandingnya menjadi 36 kemenangan (25 KO), dua kekalahan, dan satu hasil imbang.
Sementara itu, Anthony Joshua yang mengantongi medali emas Olimpiade London 2012, meraih mahkota IBF di karier profesionalnya pada 2016 lewat kemenangan atas Charles Martin.
Ia mengamankan sabuk juara keduanya, yakni WBA (Super), usai menghempaskan Wladimir Klitschko pada 2017. Selang setahun, ia sukses merampas sabuk WBO kepunyaan Joseph Parker. Joshua sempat kehilangan predikat juara terpadu pada 2019 saat ditundukkan Andy Ruiz Jr., namun sanggup merebutnya kembali pada laga tanding ulang.
Kendati demikian, takhtanya benar-benar sirna kala berhadapan dengan bintang asal Ukraina, Oleksandr Usyk, pada 2021. Joshua sempat berupaya merebut kembali gelar tersebut pada 2022, namun kembali kandas di tangan Usyk.
Dalam aksi terbarunya, Joshua bangkit usai sempat dua kali tersungkur di ronde pertama guna menghentikan perlawanan Kristian Prenga, sekaligus mempertajam rekor pertarungannya menjadi 30 kemenangan (26 KO) dan empat kekalahan.