JAKARTA - Merawat kulit tidak selalu berhenti pada rutinitas skincare. Seseorang bisa saja sudah rajin menggunakan pelembap dan berbagai produk perawatan, tetapi kulit tetap terasa kering, sensitif, atau mudah kemerahan. Jika kondisi tersebut terus terjadi, kebiasaan tidur mungkin perlu ikut diperhatikan.
Pasalnya, tidur bukan hanya waktu bagi tubuh untuk beristirahat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kulit untuk memperbaiki dan memulihkan dirinya.
Melansir Men's Health, dermatolog Dr. Kenneth Mark mengatakan kulit membutuhkan tidur untuk menjalankan proses perbaikan dan regenerasi, sama seperti organ tubuh lainnya.
“Ada alasan mengapa tidur disebut sebagai beauty sleep,” kata Mark.
Dermatolog Dr. Danny Guo menambahkan, tidur memberikan waktu bagi kulit untuk memulihkan diri, memperbaiki kerusakan, dan membersihkan sisa-sisa sel. “Tidur memberikan waktu penting bagi kulit untuk memulihkan diri, mendukung proses perbaikan kerusakan dan pembersihan sisa-sisa sel,” jelas Guo. Menurutnya, tidur juga menjadi waktu ketika hormon pertumbuhan meningkat. Proses tersebut dapat membantu merangsang produksi kolagen dan elastin yang dibutuhkan untuk menjaga kondisi kulit.
Hubungan antara tidur dan kondisi kulit semakin terlihat ketika kebiasaan kurang tidur berlangsung terus-menerus. Bukan hanya membuat wajah terlihat lelah, kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan kulit dalam mempertahankan kelembapan.
Dermatolog Dr. Chang Son mengatakan kurang tidur dapat melemahkan lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Kondisi tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap kulit kering dan peradangan, bahkan memperburuk sejumlah masalah kulit seperti jerawat dan rosacea.
“Kurang tidur dapat melemahkan lapisan pelindung kulit, yang kemudian berkontribusi terhadap kekeringan dan peradangan. Kondisi ini juga dapat mempercepat kerusakan kolagen serta memperburuk masalah kulit seperti jerawat dan rosacea,” ujar Son.
Sementara itu, Guo menjelaskan bahwa ketika kulit kehilangan kelembapan, skin barrier dapat terganggu. Akibatnya, kulit menjadi lebih kering dan sensitif, lebih mudah mengalami kemerahan, serta membuat garis-garis halus tampak semakin jelas.
Dengan kata lain, masalah kulit yang terasa seperti membutuhkan produk baru belum tentu selesai hanya dengan menambah produk skincare. Jika waktu tidur terus berkurang, kulit bisa kehilangan salah satu periode penting untuk melakukan pemulihan.
Dampaknya ternyata tidak harus menunggu sampai seseorang mengalami kurang tidur dalam waktu lama. Dermatolog Dr. Ariel Ostad mengatakan bahkan satu malam tidur yang buruk sudah dapat memberikan perubahan pada penampilan kulit.
“Bahkan hanya satu malam tanpa tidur yang cukup dapat menyebabkan kulit tampak lebih kusam, meningkatkan sembap terutama di bawah mata, serta membuat garis-garis halus lebih terlihat akibat dehidrasi,” ucap Ostad.
Menurut Ostad, kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol yang kemudian dapat mendorong produksi minyak dan memicu peradangan.
“Kurang tidur juga meningkatkan kadar kortisol, yang meningkatkan produksi minyak dan menyebabkan peradangan,” katanya.
Jika kulit sedang mengalami luka atau masalah tertentu, kurang tidur juga dapat mengganggu kemampuan kulit untuk melakukan penyembuhan. Sementara itu, lingkaran hitam di bawah mata bisa terlihat lebih jelas karena aliran limfatik melambat dan pembuluh darah melebar.
Sesekali tidur larut malam tentu sulit dihindari. Namun, ketika kulit terasa kering setelahnya, fokus utama bukan buru-buru menambahkan banyak produk ke dalam rutinitas.
Para dermatolog menekankan bahwa solusi utama tetap mendapatkan tidur berkualitas secara konsisten. Perawatan kulit dapat membantu mengatasi efek yang terlihat, tetapi tidak menggantikan waktu istirahat yang dibutuhkan tubuh. Son menyebut hidrasi sebagai salah satu langkah penting untuk membantu kulit menghadapi dampak kurang tidur.
“Hidrasi adalah alat yang paling penting untuk membantu mengatasi dampak buruk dari kurang tidur,” imbuh Son.
Selain menjaga hidrasi, Son menyarankan penggunaan produk yang mengandung niacinamide untuk membantu meningkatkan hidrasi sekaligus memperkuat skin barrier.
Vitamin C juga dapat digunakan untuk membantu membuat kulit tampak lebih cerah. Sementara itu, Mark merekomendasikan hyaluronic acid untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit setelah kehilangan air akibat kurang tidur.
“Hyaluronic acid dapat membantu kulit mempertahankan kelembapan dengan mengikat air hingga 1.000 kali beratnya sendiri,” ungkap Mark.
Menurutnya, kemampuan tersebut dapat membantu menjaga hidrasi sekaligus mendukung perbaikan skin barrier.
Setelah tidur kurang, kulit juga sebaiknya tidak diperlakukan terlalu keras. Ostad menyarankan penggunaan pembersih yang lembut pada pagi hari karena kondisi skin barrier mungkin sedang lebih rentan.
Artinya, rutinitas perawatan kulit setelah begadang tidak harus semakin rumit. Alih-alih menumpuk banyak produk, menjaga kelembapan dan menghindari langkah yang berpotensi membuat kulit semakin teriritasi dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Pada akhirnya, skincare tetap memiliki peran dalam menjaga kondisi kulit, tetapi hasilnya tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan sehari-hari. Tidur yang cukup memberi kulit kesempatan untuk melakukan proses pemulihan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh produk perawatan.