FINANSIALNEWS.COM — Lonjakan penyaluran ini mengonfirmasi bahwa pendanaan digital telah menjadi salah satu pilar utama pembiayaan masyarakat. Namun, di balik angka pertumbuhan yang impresif, industri justru menyoroti pentingnya praktik pemberian pinjaman yang bertanggung jawab atau responsible lending.
Lebih dari Sekadar Memberi Pinjaman
Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim, menegaskan bahwa akses pembiayaan hanyalah satu bagian dari peran industri. Menurutnya, tanggung jawab yang lebih besar adalah mendampingi masyarakat memahami kapan mereka benar-benar membutuhkan pendanaan.
"Tapi peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi," tegas Ronny dalam keterangannya akhir pekan lalu.
Ia menambahkan bahwa pengguna harus mampu menyesuaikan pendanaan dengan kebutuhan riil dan kapasitas finansial. Pemahaman atas konsekuensi pembiayaan serta pengelolaan kewajiban hingga lunas menjadi kunci utama.
Data dan Teknologi untuk Skoring Kredit
Head of Business and Operations Kredit Pintar, Irgo Bachtiar, mengungkapkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak bisa berjalan sendiri. Ekspansi penyaluran harus beriringan dengan perluasan akses yang sehat dan penerapan prinsip kehati-hatian.
"Kami memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat. Pada saat yang sama, responsible lending juga berarti memberikan responsible treatment, termasuk melalui pendekatan collection yang lebih relevan dan empatik," ujar Irgo.
Ia menekankan bahwa kualitas pertumbuhan tidak cukup diukur dari nilai penyaluran semata. Aspek penting lainnya adalah bagaimana pembiayaan itu diberikan dan bagaimana pengguna menjalankan kewajibannya hingga tuntas.
Transparansi Biaya dan Kewajiban
Prinsip meminjam secara bertanggung jawab atau responsible borrowing tidak berhenti pada keputusan awal pengambilan pendanaan. Proses ini mencakup seluruh perjalanan pengguna, mulai dari memahami kebutuhan sebelum mengajukan pinjaman hingga menyelesaikan seluruh kewajiban.
Transparansi menjadi elemen krusial dalam proses tersebut. Informasi menyeluruh mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan total kewajiban wajib disampaikan secara gamblang. Dengan begitu, calon peminjam dapat mempertimbangkan keputusan sesuai kondisi keuangan mereka.
Sepanjang 2025, Kredit Pintar mencatatkan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Secara akumulasi sejak perusahaan berdiri pada 2017, total pinjaman yang disalurkan telah menembus angka Rp66 triliun.