Nadin Amizah Rilis Album Ketiga, Kisahkan Kesepian Anak yang Ditinggal Ayah

Nadin Amizah Rilis Album Ketiga, Kisahkan Kesepian Anak yang Ditinggal Ayah

FINANSIALNEWS.COM — Nama album ini diambil dari kisah Laika, anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dengan misi satu arah pada 1957. Laika mati di hari keempat penerbangan akibat kepanasan dan stres ekstrem di dalam kabin.

"Kisah Laika menginspirasiku. Banget. Aku membayangkan Laika lahir ke dunia mendambakan kasih, dirawat, mendapatkan cinta yang ia kira selamanya, namun di akhir cerita, Laika hanyalah sebuah alat untuk memuaskan keangkuhan manusia," kata Nadin dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan.

Perih yang Berubah Jadi Marah

Bagi Nadin, Laika adalah metafora anak yang terus mendambakan kasih sayang tapi tak kunjung datang. Perasaan itu kemudian berubah menjadi amarah karena tak punya jalan keluar.

"Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah," tuturnya.

Salah satu lagu berjudul Reservasi Untuk Dua punya lirik paling tajam: "Dan jika neraka tempatku durhaka / ku yakin kau juga ku temu di sana." Nadin menegaskan lirik itu bukan lahir dari kebencian, melainkan luka anak yang terlalu lama terpendam.

Hal itu dipertegas dalam penggalan lirik lain: "Jangan salah, yang sedang kau lihat bukan benci hanya perih / Yang terlalu lama membekas, mengeras. Menjadi marah yang tak punya jalan untuknya keluar."

Inspirasi dari Peristiwa Nyata

Kepekaan Nadin merekam kondisi sekitar memang jadi ciri khasnya. Lagu Ditemukan Sebuah Bangkai misalnya, terinspirasi dari kisah nyata saat banjir Jakarta di malam tahun baru 2020.

"Waktu itu ada mayat yang mengapung di sungai di daerah Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur. Terus enggak ada yang tahu dia siapa. Bayangin, enggak ada sanak keluarga atau siapa pun yang mencarinya. Gila enggak?" ungkap Nadin.

Libatkan 10 Produser

Proses kreatif album ini terbilang besar. Nadin menggandeng 10 produser sekaligus, di antaranya Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, dan Feby Putri. Hasilnya, tiap lagu punya warna sonik yang berbeda-beda.

"Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal," kata Nadin.

Album Laika, Yang Ditinggalkan sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital. Karya ini sekaligus jadi ruang bagi pendengar yang pernah merasa ditinggalkan untuk memproses lukanya sendiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index