Pembiayaan Investasi BRI Finance Naik 46,85%, Kontras dengan Industri yang Menyusut

Pembiayaan Investasi BRI Finance Naik 46,85%, Kontras dengan Industri yang Menyusut

FINANSIALNEWS.COM — Di tengah lesunya permintaan pembiayaan modal kerja secara nasional, BRI Finance justru mencatatkan permintaan yang melonjak. Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani menyebut pertumbuhan ini sejalan dengan dinamika pasar dan pengelolaan portofolio yang lebih selektif, Selasa (1/9/2026).

Hasil ini menjadi sorotan karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi industri multifinance secara keseluruhan menyusut 5,33% YoY. Artinya, BRI Finance berhasil tumbuh di saat mayoritas pemain lain memilih menahan laju ekspansi.

Di Balik Pertumbuhan yang Melawan Arus

Aditia menjelaskan, perusahaan tidak sekadar mengejar volume penyaluran. Setiap pengajuan pembiayaan investasi dianalisis dengan mencermati perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan riil dunia usaha.

"Kami melihat peluang pertumbuhan pembiayaan investasi masih ada hingga akhir tahun," ujarnya kepada Kontan.

Strategi utamanya adalah mengoptimalkan sinergi dengan ekosistem BRI Group. Dengan akses data perbankan yang lebih luas, BRI Finance bisa memperkuat analisis terhadap prospek sektor usaha sebelum memutuskan memberikan pendanaan.

Pendekatan ini dinilai penting karena risiko kredit macet di sektor pembiayaan investasi cenderung lebih tinggi dibandingkan kredit konsumsi. Jangka waktu yang panjang membuat perusahaan harus lebih jeli membaca siklus bisnis nasabah.

Pendekatan Hati-hati di Sisa Tahun

Aditia menegaskan ekspansi hingga akhir 2026 tetap akan dilakukan secara cermat. Perusahaan hanya akan fokus pada sektor usaha dengan fundamental dan prospek yang dinilai baik.

Skema pembiayaan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Hal ini untuk memastikan arus kas debitur sanggup memenuhi kewajiban angsurannya di tengah ketidakpastian ekonomi.

Dengan menjaga prinsip kehati-hatian, BRI Finance berharap pertumbuhan bisnis tetap sehat tanpa mengorbankan kualitas portofolio. Langkah ini sekaligus menjadi pembeda strategi dibandingkan kompetitor yang cenderung menarik diri dari segmen ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index