JAKARTA - - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di kawasan Kalimantan serta Sumatera supaya aktif memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) demi membentengi diri dari ancaman paparan pekatnya asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa pengecekan ISPU menjadi sangat penting lantaran sebaran polutan asap tebal terpantau semakin meluas menilik prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Masyarakat dapat melihat kualitas udara di kabupaten atau tempat tinggal, sehingga informasi ini tentu melindungi diri kami dari bahaya polutan karena asap yang ada di sekitar kami," kata dia.
Berton menjelaskan sebaran polutan asap pekat saat ini terpusat di kawasan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan.
Sementara di daratan Pulau Sumatera, konsentrasi titik polutan tekat terdeteksi berada di wilayah Provinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Prakiraan BMKG, sebutnya, menunjukkan pergerakan polutan asap karhutla di sektor Kalimantan diestimasi masih bakal terus menanjak dan meluas setidaknya hingga hari ini.
Guna meredam risiko kesehatan, masyarakat bisa mengawasi dinamika ISPU secara berkala lewat laman resmi kementerian/lembaga salah satunya kepunyaan Kementerian Lingkungan Hidup sebelum beraktivitas di luar rumah.
Berton mengimbuhkan bahwa BNPB turut membuka akses data transparan perihal penanggulangan bencana karhutla nasional sepanjang 2026 yang dapat diakses oleh kalangan media maupun masyarakat luas melalui dasbor resmi di data.bnpb.go.id/data/karhutla2026.