JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke posisi 6.595,77 pada sesi perdagangan Rabu (2/9/2026). Di tengah penurunan indeks tersebut, deretan saham big caps seperti DCII, DSSA, dan BBCA masih mencatatkan penguatan.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 0,06% atau 4,16 poin menuju level 6.595,77. Indeks komposit kala itu dibuka pada posisi 6.625,39 dan sempat menyentuh level tertingginya di 6.629,54. Sebanyak 282 saham tercatat menguat, 321 saham melemah, serta 186 saham bergerak stagnan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp11.550,31 triliun.
Pada kelompok saham berkapitalisasi besar, kenaikan harga dibukukan oleh PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar 4,08% ke Rp200.050 dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 2,64% ke Rp1.165. Kenaikan turut dialami saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 1,14% menjadi Rp6.675.
Selanjutnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) ditutup menguat 1% ke level Rp2.020 per saham, disusul saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang justru merosot 0,93% ke posisi Rp4.360 per saham.
Sebelumnya, indeks komposit diperkirakan rawan terkoreksi secara wajar akibat terseret sentimen eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu pelemahan Wall Street serta lonjakan harga minyak mentah dunia.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menyampaikan bahwa penutupan IHSG yang turun tipis 0,06% ke level 6.595,78 pada perdagangan Rabu (2/9/2026) mencerminkan fase konsolidasi usai penguatan sebelumnya. Dari dalam negeri, dinamika pasar merespons pelantikan resmi Destry Damayanti selaku Gubernur BI periode 2026–2031. Dari eksternal, para investor mencermati rilis data nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS yang berpotensi memengaruhi proyeksi arah kebijakan The Fed serta pergerakan yield US Treasury.
Dari sisi teknikal, Reza mengestimasi IHSG berpeluang mengalami pullback usai mendekati area resistance. Posisi support berada di level 6.500–6.550, sedangkan resistance berada pada rentang 6.650–6.799.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dan peluang untuk kembali menguji area resistance tetap terbuka," kata Reza.
Di samping isu suku bunga, kenaikan harga komoditas berpotensi menjadi penyokong IHSG. Harga minyak Brent yang bertengger di atas US$94 per barel dan CPO sekitar MYR4.950 per ton dapat memicu sentimen positif bagi saham sektor energi serta CPO. Sementara itu, pergerakan saham BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menjadi pendorong utama indeks, dengan total nilai transaksi perdagangan Rabu mencapai Rp16,82 triliun.
08:59 WIB — IHSG Dibuka Menguat 0,56%
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG dibuka menguat 0,56% atau naik 37,05 poin ke level 6.632,83.
12:42 WIB — IHSG Menguat 1,03% Akhir Sesi I
Merujuk data IDX Mobile, IHSG menguat 1,03% atau 67,78 poin ke level 6.663 pada penutupan Sesi I. Sepanjang sesi ini, indeks konsisten bergerak di zona hijau pada rentang 6.614 hingga 6.669, dengan volume transaksi menyentuh 22,48 miliar saham senilai Rp9,93 triliun.
Hingga Sesi I usai, sebanyak 438 saham bergerak naik, 223 saham turun, dan 302 saham stagnan. Sembilan dari sepuluh saham berkapitalisasi pasar terbesar membukukan penguatan, di antaranya BBRI naik 0,59% ke Rp3.410, DCII menguat 0,07% ke Rp200.200, BYAN naik 0,73% ke Rp13.800, BREN menguat 0,90% ke Rp3.380, serta BMRI naik 1,38% ke Rp4.420.
Selanjutnya, AMMN menguat 2,11% ke Rp4.360, MORA bertambah 0,93% ke Rp5.450, TLKM naik 0,77% ke Rp2.610, dan DSSA menguat 1,29% ke Rp1.180. Adapun BBCA selaku saham dengan market cap terbesar bergerak stagnan di posisi Rp6.675 per saham.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menerangkan bahwa secara teknikal laju IHSG tengah berada dalam fase upward trajectory meskipun sempat mengalami koreksi wajar. Berdasarkan indikator, MAs20&60 menunjukkan kondisi bullish crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI memancarkan sinyal positif.
"Sentimen IHSG pada perdagangan Kamis, 3 September 2026 diproyeksikan variatif dengan kecenderungan menguat, memanfaatkan katalis positif dari bursa global serta stabilisasi pasar komoditas," kata Nafan dalam riset hariannya, Kamis (3/9/2026).
Nafan mencatat, pada Sesi I perdagangan hari ini, lonjakan harga komoditas batu bara berhasil mendongkrak saham-saham emiten terkait, seperti PTBA yang melesat 6,3%, AADI tumbuh 5,6%, dan BUMI naik 2,9%. Ia memproyeksikan IHSG hari ini bergerak pada rentang support 6.552 dan 6.453, serta resistance di level 6.695 dan 6.780.
16:15 WIB — IHSG Ditutup Menguat 1,09%
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup menguat 1,09% atau naik 72,11 poin ke level 6.667,89. Sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham bergerak stagnan.
Saham-saham big caps yang berakhir di zona hijau antara lain BBCA naik 1,50% ke Rp6.775, BBRI menguat 0,59% ke Rp3.410, DCII naik 0,47% ke Rp201.000, serta BYAN ditutup naik 0,91% ke Rp13.825.
Selanjutnya, saham BREN terkerek 0,30% ke Rp3.360, BMRI menguat 2,29% ke Rp4.460, AMMN naik 3,75% ke Rp4.430, TLKM menguat 0,39% ke Rp2.600, DSSA naik 1,72% ke Rp1.185, dan ASII ditutup melonjak 4,34% ke Rp5.050.