BI Ungkap Penjualan Eceran Juli 2026 Turun Akibat Normalisasi HBKN

BI Ungkap Penjualan Eceran Juli 2026 Turun Akibat Normalisasi HBKN
Pedagang merapihkan daganganya di salah satu warung klontong [FOTO: NET].

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran mengalami kontraksi sebesar 0,1% (month to month/MtM) sepanjang Juli 2026, berbalik melambat dari bulan sebelumnya yang sempat tumbuh 0,7% (MtM).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menerangkan bahwa penurunan tingkat penjualan eceran tersebut bersumber dari faktor musiman.

"Penjualan eceran pada Juli 2026 tercatat terkontraksi sebesar 0,1% MtM dipengaruhi oleh normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN] dan libur sekolah," jelas Denny dan keterangannya, Kamis (10/8/2026).

Walau secara agregat mengalami penurunan, bank sentral menekankan bahwa beberapa kategori tetap mencatatkan kenaikan penjualan, yakni Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (9,6% MtM), Kelompok Barang Lainnya (8,4% MtM), serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (1,6% MtM).

Di lain sisi, jika diukur secara tahunan, penjualan eceran justru membukukan pertumbuhan 1,1% (year on year/YoY), menguat dibanding bulan sebelumnya yang sempat minus 3% (YoY). Dilihat dari jenis barangnya, yang menjadi penopang pertumbuhan tersebut di antaranya Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (2,4% YoY), Kelompok Barang Lainnya (5,3% YoY), hingga Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (5,1% YoY).

Adapun untuk periode berikutnya atau Agustus 2026, BI memperkirakan penjualan eceran masih bakal terkontraksi di angka 0,1% MtM. Tren ini dipicu oleh merosotnya penjualan Kelompok Barang Lainnya, di tengah melajunya penjualan Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori.

Sementara itu, secara tahunan, performa penjualan eceran bulan berikutnya diproyeksikan mengalami peningkatan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2026 diperkirakan melesat 0,5% (YoY).

Lebih jauh, dari segi pergerakan harga, laju inflasi pada tiga bulan mendatang atau September diprediksi melandai. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Oktober 2026 berada pada posisi 146,5, melandai ketimbang capaian periode sebelumnya (155,2). 

Hal serupa berlaku bagi perkiraan inflasi enam bulan mendatang alias Januari 2027 yang diprediksi ikut menurun, mengingat IEH Januari 2027 berada pada level 166, turun dari posisi sebelumnya (168,1).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index