Tingkatkan Keselamatan, KAI Daop 2 Bangun Palang Pintu di Cilame

Tingkatkan Keselamatan, KAI Daop 2 Bangun Palang Pintu di Cilame
PT KAI Daop 2 Bandung [FOTO: NET].

JAKARTA - PT KAI Daop 2 Bandung bersiap memasang palang pintu elektronik pada perlintasan sebidang kereta api (KA) yang berlokasi di Kampung Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Manajer Humasda PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Kamis, mengungkapkan bahwa pengerjaan palang pintu elektronik berikut pos penjagaan di tempat tersebut sebenarnya sudah berjalan sebelum munculnya insiden nyaris tertemper KA baru-baru ini.

"Kalau pekerjaannya sudah dimulai sebelum adanya kejadian kemarin hampir terjadi temperan itu. Kami sedang mengerjakan, mulai dibuat pembangunan palang pintu dan pos PJL-nya," katanya.

Pemasangan fasilitas pengaman ini bertujuan mendongkrak keselamatan para pengguna jalan serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan yang lalu lintas kereta apinya terbilang sangat padat.

Perlintasan sebidang yang tercatat sebagai JPL 146 pada KM 142+696 petak Jalan Padalarang-Cimahi tersebut sejauh ini masih dikelola oleh sukarelawan memakai sistem palang manual.

Ia menerangkan bahwa titik perlintasan itu ke depannya bakal berstatus sebagai perlintasan sebidang resmi setelah seluruh kriteria keselamatan terpenuhi, mulai dari tersedianya pos jaga, palang pintu otomatis, hingga penempatan personel yang telah mengantongi sertifikasi resmi.

Kuswardojo menambahkan, pihaknya telah merampungkan rekrutmen untuk petugas penjaga perlintasan, di mana tahapan sertifikasi bagi para petugas tersebut ditangani secara langsung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Jadi nanti tentunya di lokasi akan menjadi perlintasan sebidang yang resmi jika semua persyaratannya sudah dipenuhi. Ada pos penjagaan, palang pintu dan sudah dijaga oleh petugas yang bersertifikat resmi," ujar dia.

Ia menilai, tingkat kepadatan perjalanan kereta api di jalur Bandung-Padalarang tergolong tinggi mengingat lintasan tersebut dilalui oleh KA Feeder, KA jarak jauh, maupun KA lokal.

"Jadi yang jelas begini pemasangan palang pintu dan pos jaga tujuannya untuk mengurangi terjadinya risiko kecelakaan lalu lintas. Karena kalau lihat frekuensi di lokasi itu memang cukup padat untuk traffic kereta api," katanya.

Dirinya membeberkan bahwa pada 2023 lalu sempat terjadi insiden di mana sebuah kendaraan roda empat berisi enam penumpang tersambar dan terseret KA Feeder. Selain itu, belum lama ini sejumlah pengendara sepeda motor juga nyaris tertabrak akibat kurang waspada terhadap pergerakan kereta.

Kuswardojo melayangkan imbauan agar masyarakat pengguna jalan senantiasa waspada dan mendahulukan laju kereta api saat melintasi jalur perlintasan sebidang, sekalipun kelak sudah terpasang palang pintu elektronik.

"Karena sudah jelas regulasinya bahwa yang namanya pengguna jalan raya harus memprioritaskan perjalanan kereta api. Jadi, berhenti dulu sejenak tengok kanan kiri kalau aman baru melanjutkan perjalanan," imbuhnya.

Guna menciptakan solusi keselamatan yang permanen dalam jangka panjang, PT KAI turut mengajukan usulan pembangunan perlintasan tidak sebidang berbentuk underpass atau flyover di lokasi tersebut, sesuai ketetapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index