ESDM Genjot Proyek PLTS 100 GW Demi Dongkrak Bauran EBT

Rabu, 02 September 2026 | 04:45:32 WIB
Upaya menggenjot pemanfaatan energi surya nasional terus digencarkan oleh negara melalui realisasi target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). (Foto: NET)

JAKARTA — Upaya menggenjot pemanfaatan energi surya nasional terus digencarkan oleh negara melalui realisasi target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp). 

Langkah ini diambil menyusul kecilnya persentase sumbangsih tenaga surya terhadap total bauran energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia saat ini.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa proporsi PLTS masih tertinggal jauh jika disandingkan dengan berbagai komoditas EBT lainnya di dalam bauran nasional. 

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, total bauran EBT hingga kuartal II/2026 telah mencapai 17,30%, di mana porsi khusus kelistrikan berada di angka 9,33%.

Lebih rinci, sektor bioenergi memegang andil terbesar dengan persentase 4,19%, disusul oleh pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebanyak 2,69%, serta panas bumi sebesar 1,84%. Di sisi lain, andil dari PLTS tercatat baru menyentuh 0,51% dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) sebesar 0,06%.

"Kalau kami lihat kontribusi PLTS terhadap bauran energi Ini masih sangat kecil," kata Eniya dalam ajang IndoEBTKE ConEx 2026 di Jakarta pada Rabu (2/9/2026).

Guna mendongkrak porsi energi surya tersebut, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat eksekusi program PLTS 100 GWp. Eniya menjelaskan bahwa target awal sebesar 5,3 GW senantiasa dikoordinasikan secara intensif bersama seluruh elemen pemangku kepentingan terkait.

Sebelumnya, rangkaian proyek ini telah dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui peluncuran 14 proyek PLTS pada pekan lalu. Dari keseluruhan kapasitas 5,3 GWp yang diresmikan, sekitar 4,5 GWp di antaranya kini telah siap melangkah ke fase tender.

Selain itu, terdapat 396 megawatt peak (MWp) yang memasuki tahapan groundbreaking, 271 MWp dalam proses konstruksi, serta 1 MWp yang telah rampung diresmikan. Keseluruhan proyek ini diperkirakan membutuhkan nilai investasi total mencapai kisaran Rp135 triliun.

Sejumlah inisiatif yang siap memasuki tahap tender mencakup PLTS Gilimanuk dengan kapasitas 300 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Lahan Bank Tanah 69 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, PLTS Renggit 0,078 MWp, serta PLTS Tembesi 46 MWp.

Sementara itu, proyek PLTS Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp disiapkan untuk memasuki fase groundbreaking bersama PLTS Banyuwangi sebesar 130,2 MWp dan PLTS Pasuruan sebesar 132 MWp. Adapun proyek PLTS Saguling berdaya 92 MWp dan PLTS Karangkates berdaya 133 MWp saat ini sedang berjalan pada tahap konstruksi.

Terkini