Terangkat ke Level 6.463, IHSG Sesi I Menghijau Usai Pengumuman The Fed

Kamis, 17 September 2026 | 19:32:31 WIB
Pegawai beraktivitas di dekat layar pergerakan harga saham di galeri BEI, Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi I di zona hijau pada posisi 6.463,61 pada Kamis (17/9/2026), menyusul rilis kebijakan suku bunga dari The Fed.

Berdasarkan pencatatan IDX Mobile hingga pukul 12.05 WIB, IHSG mencatatkan penguatan tipis 0,42% atau bertambah 26,76 poin ke level 6.463,61. Dalam rentang perdagangan intraday, indeks sempat menyentuh batas bawah di level 6.418,13 dan merangkak naik hingga menyentuh puncaknya di posisi 6.500,41. Sementara itu, akumulasi nilai kapitalisasi pasar (market cap) tercatat sebesar Rp11.289 triliun.

Dinamika pergerakan saham memperlihatkan 394 saham menguat, 245 saham melemah, serta 324 saham bergerak stagnan.

Di jajaran pendorong utama (top gainers), saham PT Arkayana Lestari Group Tbk. (AYLS) melesat hingga 25,85% ke posisi Rp185, disusul PT Island Concepts Indonesia Tbk. (ICON) yang melonjak 24,66% menjadi Rp182. 

Saham PT MD Entertainment Tbk. (FILM) mengekor dengan kenaikan 16,91% ke Rp795, PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) terangkat 16,67% ke Rp420, serta PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) yang mendaki 15,41% ke posisi Rp1.910.

Sebaliknya, beberapa instrumen yang terdaftar pada jajaran top losers antara lain PT Asia Sejahtera Mina Tbk. (AGAR) yang berada di level Rp2.160, serta Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30 (XSBC) pada level Rp106. 

Selanjutnya terdapat Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF (XBID) di posisi Rp467, saham PT Yulie Sekurindo Tbk. (YULE) pada posisi Rp3.710, dan PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk. (FLMC) pada level Rp105.

Sebelumnya, pergerakan IHSG sempat diramal bergerak variatif (sideways) dengan kecenderungan melemah pada hari ini akibat imbas sentimen keputusan Bank Sentral Serikat (The Fed) yang mengerek suku bunga acuan.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menerangkan bahwa IHSG memiliki potensi tertekan seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin (bps) serta sinyal arah kebijakan moneter yang lebih ketat di AS.

“IHSG berpotensi sideways cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed 25 bps,” ujar Fanny dalam riset harian, Kamis (17/9/2026).

Fanny menaksir rentang area support IHSG berada di kisaran 6.350–6.400, sementara area resistance berada pada rentang 6.500–6.540.

Kondisi tersebut sejajar dengan pasar saham global yang berada di bawah bayang-bayang tekanan Wall Street pasca ditutup melemah pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,21%, S&P 500 tergerus 0,44%, dan Nasdaq turun tipis 0,01%. Penurunan bursa AS tersebut terjadi akibat respons atas langkah The Fed menaikkan suku bunga acuan pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir guna mengendalikan laju inflasi.

Berbeda dari bursa AS, pergerakan bursa di kawasan Asia-Pasifik justru menunjukkan tren pemulihan pada perdagangan kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang terangkat 0,7%, Topix naik 0,6%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,2%, dan Kospi Korea Selatan melaju 1,4%.

Terkini