BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun ke 83.210 Debitur, Dukung Program 3 Juta Rumah

BRI Salurkan KPP Rp12 Triliun ke 83.210 Debitur, Dukung Program 3 Juta Rumah

FINANSIALNEWS.COM — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp12 triliun kepada 83.210 debitur hingga 8 September 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen BRI mendukung Program 3 Juta Rumah yang digagas pemerintah. Nasabah berpenghasilan rendah hingga pengembang perumahan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait menegaskan percepatan penyaluran kredit perumahan di tingkat pelaksana menjadi kunci agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah mendorong program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan berjalan tanpa hambatan di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Maruarar dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP Wilayah Jakarta di Gelanggang Jakarta Timur, DKI Jakarta (10/9). Acara tersebut dihadiri jajaran BRI, BP Tapera, serta perwakilan asosiasi pengembang perumahan.

Rincian Penyaluran KPP di Jakarta

Dalam kegiatan tersebut, BRI mencatatkan penyaluran KPP senilai total Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Pembiayaan sisi pasokan (supply) mencapai Rp242,5 miliar kepada 110 debitur, sedangkan sisi permintaan (demand) mencapai Rp185 miliar kepada 1.509 debitur UMKM.

Pada sisi pasokan, pengembang menerima Rp73,6 miliar kepada 29 debitur. Toko bahan bangunan mendapat Rp39,8 miliar kepada 23 debitur, sementara kontraktor perumahan menerima Rp129,1 miliar kepada 58 debitur.

Dampak ke Nasabah dan Pelaku Usaha

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyatakan sosialisasi ini menjadi wujud komitmen perseroan memperluas inklusi pembiayaan perumahan. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan terjangkau, tetapi juga menggerakkan ekosistem perumahan secara menyeluruh.

"Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan Program KPP kepada masyarakat secara lebih luas. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan," ujar Aris.

Bagi nasabah, BRI menyediakan program KPR Sejahtera dengan DP ringan 1 persen dan suku bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun. Penawaran ini berlaku hingga 31 Desember 2026.

Target FLPP dan Proyeksi ke Depan

Realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) BRI telah mencapai 25.030 unit rumah. Angka itu sejalan dengan target komitmen penyaluran sebanyak 60.000 unit pada tahun ini.

Maruarar mengapresiasi kinerja BRI dalam menjalankan program pembiayaan perumahan. Ia menyebut pelaksanaan di BRI berjalan cepat tanpa pungutan liar maupun persulitan bagi calon debitur.

"Jangan sampai arahan Presiden Prabowo yang sangat bagus dan pro-rakyat, khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya justru lambat atau tidak sesuai. Saya tanya, apakah lambat? Jawabannya cepat di BRI. Apakah ada pungli? Tidak ada. Apakah dipersulit? Tidak ada," tegas Maruarar.

Aris menambahkan BRI akan terus memperkuat perannya mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi dengan pemerintah dan pengembang. Portofolio pembiayaan perumahan BRI pun tercatat terus tumbuh positif secara nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index