JAKARTA - Harga perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mengalami penurunan signifikan pada awal Februari 2026.
Pada Senin, 2 Februari 2026, harga perak murni tercatat di level Rp54.500 per gram, turun Rp250 dari posisi Sabtu, 31 Januari 2026 yang sebesar Rp54.750 per gram.
Penurunan ini terbilang cukup drastis bila dibandingkan dengan posisi harga perak pada Jumat, 30 Januari 2026 yang menyentuh Rp72.750 per gram.
Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang cukup volatil dalam beberapa hari terakhir, dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan pergerakan pasar saham domestik.
Tren Harga Perak Batangan Antam
Harga perak batangan Antam pada Senin, 2 Februari 2026, tercatat sebagai berikut:
Perak batangan 1 gram: Rp54.500
Perak batangan 250 gram: Rp14.087.500 (PPN 11 persen menjadi Rp15.637.125)
Perak batangan 500 gram: Rp27.375.000 (PPN 11 persen menjadi Rp30.386.250)
Penurunan harga ini menjadi perhatian para investor dan penggemar logam mulia yang selama ini memanfaatkan harga perak sebagai salah satu instrumen investasi alternatif.
Harga Perak Heritage
Selain perak batangan Antam, harga perak heritage yang juga diminati para kolektor dan investor mengalami penurunan. Berikut daftar harga perak heritage pada hari yang sama:
Perak 31,1 gram: Rp2.250.546 (PPN 11 persen menjadi Rp2.498.106)
Perak 186,6 gram: Rp12.381.646 (PPN 11 persen menjadi Rp13.743.627)
Harga perak heritage yang fluktuatif ini juga turut dipengaruhi oleh tren pasar logam mulia internasional dan kondisi ekonomi dalam negeri.
Harga Perak Dunia dan Pengaruhnya
Sebagai referensi penting bagi para investor, harga perak tunai (silver spot) pada hari Senin 2 Februari 2026 pukul 09.58 WIB berdasarkan data bloomberg.com tercatat mengalami penurunan ke level USD 81,7639 per troy ons. Persentase penurunan mencapai 4,03 persen dengan penurunan harga sebesar 3,44 poin.
Penurunan harga perak global ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pelemahan permintaan di pasar logam industri dan pengaruh perubahan suku bunga oleh bank sentral di berbagai negara.
Korelasi Harga Perak dengan IHSG
Dinamika harga perak juga sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada hari yang sama dibuka dengan pelemahan cukup signifikan. IHSG turun sebanyak 336,98 poin atau sekitar 4,05 persen ke posisi 7.992,63 pada pukul 09.52 WIB.
Koreksi tajam pada pasar saham domestik ini turut mempengaruhi sentimen para investor di pasar logam mulia, termasuk perak, yang sering kali dijadikan alternatif investasi pada masa ketidakpastian pasar saham.
Implikasi bagi Investor dan Konsumen
Penurunan harga perak ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi investor dan konsumen logam mulia.
Bagi investor, harga yang turun bisa menjadi kesempatan untuk membeli perak dengan harga lebih murah, menunggu potensi kenaikan kembali di masa depan. Namun, volatilitas yang tinggi juga mengharuskan para investor untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh.
Bagi konsumen yang menggunakan perak untuk kebutuhan industri atau kerajinan, penurunan harga ini dapat mengurangi biaya produksi, tetapi juga menuntut pengelolaan persediaan yang cermat agar tidak mengalami kerugian akibat fluktuasi harga.
Prospek Harga Perak ke Depan
Meskipun terjadi penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, harga perak diprediksi akan tetap mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral.
Para analis pasar menyarankan agar investor memperhatikan indikator ekonomi utama dan perkembangan geopolitik yang bisa memicu perubahan harga logam mulia, termasuk perak.
Tips Investasi Perak di Masa Volatilitas
Dalam kondisi pasar yang fluktuatif seperti saat ini, para investor disarankan untuk:
Membagi portofolio investasi agar risiko lebih tersebar.
Memantau berita dan data ekonomi terkini secara rutin.
Menggunakan strategi beli secara bertahap (dollar cost averaging) untuk mengurangi risiko pembelian pada harga puncak.
Mempertimbangkan jangka waktu investasi, apakah jangka pendek atau panjang sesuai dengan tujuan keuangan.
Penurunan harga perak Antam ke level Rp54.500 per gram pada awal Februari 2026 menunjukkan dinamika pasar logam mulia yang cukup tajam, seiring dengan pergerakan IHSG yang juga mengalami koreksi signifikan.
Fluktuasi ini menjadi bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi domestik maupun global. Bagi investor dan konsumen, kondisi ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan strategi dalam mengelola investasi maupun penggunaan perak.