JAKARTA - PT Bank Mega Syariah (BMS) terus memperkuat posisinya di pasar pembiayaan korporasi dengan mencatat pertumbuhan yang signifikan dan menargetkan lonjakan lebih besar di tahun 2026.
Di tengah dinamika industri perbankan syariah yang semakin kompetitif, BMS berhasil melampaui pertumbuhan rata-rata industri dengan strategi yang selektif dan fokus pada sektor-sektor utama yang menjanjikan prospek jangka menengah hingga panjang.
Head of Corporate & Business Banking Division Bank Mega Syariah, Guritno, menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, realisasi pembiayaan korporasi BMS tumbuh lebih dari 15% secara tahunan (year on year/yoy), dengan total penyaluran mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
Angka ini mencerminkan keberhasilan BMS dalam menjalankan strategi yang mengutamakan kualitas portofolio dan segmen pasar yang potensial.
“Kinerja tersebut didorong oleh fokus pembiayaan pada sektor-sektor industri yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif,” jelas Guritno.
Sektor Industri Kunci dan Katalis Pertumbuhan
Bank Mega Syariah memusatkan pembiayaannya pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan berkelanjutan.
Sektor utama yang menjadi tumpuan antara lain industri manufaktur, industri kereta api, industri kimia, jasa dan pertambangan mineral, serta sektor energi dan pembangkit listrik. Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas, mengingat kebutuhan jangka panjang serta kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Pertumbuhan pembiayaan di sektor-sektor tersebut didorong oleh berbagai katalis penting. Permintaan global yang meningkat dan kebijakan hilirisasi di sektor pertambangan menjadi faktor pendorong utama, selain karakteristik proyek yang bersifat jangka panjang dan kebutuhan pembiayaan ekspor yang terus berkembang.
Fokus pada sektor-sektor ini juga mencerminkan strategi BMS untuk memperkuat portofolio pembiayaan dengan aset yang berkualitas dan risiko yang terkelola dengan baik. Pendekatan ini sangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan pasar yang semakin ketat.
Target Ambisius Pembiayaan Korporasi Tahun 2026
Menghadapi tahun 2026, Bank Mega Syariah menetapkan target pertumbuhan pembiayaan korporasi yang sangat agresif. Guritno menyampaikan bahwa BMS membidik total pembiayaan korporasi mencapai lebih dari Rp 7,1 triliun, yang berarti tumbuh sekitar 183% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, BMS akan memperkuat fokus pada pembiayaan korporasi dan pembiayaan sindikasi. Target pasar utama meliputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan grup BUMN, konglomerasi dengan kondisi keuangan yang sehat, serta proyek-proyek strategis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan skala pembiayaan dengan risiko yang terdiversifikasi dan tetap terkelola dengan baik. Skema sindikasi dinilai efektif dalam mengakomodasi kebutuhan pembiayaan besar sambil membagi risiko antar peserta sindikasi, sehingga memberikan perlindungan bagi bank.
Optimalisasi Ekosistem Pembiayaan untuk Peningkatan Pendapatan
Selain memperbesar penyaluran pembiayaan, Bank Mega Syariah juga mengembangkan ekosistem pembiayaan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan berbasis layanan. Hal ini dilakukan dengan memperkuat layanan trade finance, cash management, dan transaksi valuta asing (forex).
Penguatan layanan ini merupakan bagian dari strategi pendalaman hubungan dengan nasabah korporasi. Dengan menyediakan solusi keuangan yang menyeluruh, BMS tidak hanya memenuhi kebutuhan pembiayaan tetapi juga mendukung kelancaran operasional dan ekspansi bisnis nasabah.
Layanan trade finance, misalnya, sangat penting bagi perusahaan yang bergerak di sektor ekspor-impor, sedangkan cash management membantu perusahaan mengelola arus kas dengan efisien. Transaksi valuta asing juga menjadi layanan strategis di tengah volatilitas nilai tukar yang tinggi.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi BMS sebagai mitra keuangan terpercaya bagi segmen korporasi dan komersial, sekaligus membuka peluang pendapatan non-bunga yang lebih besar.
Menyongsong Tahun 2026 dengan Optimisme dan Kesiapan
Dengan pencapaian positif pada 2025 dan target ambisius untuk 2026, Bank Mega Syariah menunjukkan optimisme yang kuat terhadap potensi pasar pembiayaan korporasi di Indonesia. Perkembangan ini sejalan dengan tren positif industri perbankan syariah yang terus mengalami ekspansi dan diversifikasi produk.
Bank juga menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penguatan kapabilitas internal dan peningkatan kualitas layanan, agar dapat memenuhi ekspektasi pasar dan memaksimalkan peluang pertumbuhan.
Dalam konteks ini, BMS berkomitmen untuk menjaga prinsip kehati-hatian sekaligus melakukan inovasi agar pertumbuhan yang dicapai berkelanjutan dan berkontribusi positif bagi ekonomi nasional.
Dengan demikian, Bank Mega Syariah tidak hanya bertujuan menjadi pemain utama dalam pembiayaan korporasi syariah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi melalui pendanaan sektor-sektor strategis.