Jaga Kualitas Aset, Bank Digital Perketat Penyaluran Kredit

Jaga Kualitas Aset, Bank Digital Perketat Penyaluran Kredit
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) (Foto: NET)

JAKARTA — Bank digital mulai lebih selektif menyalurkan kredit pada semester I 2026. Kendati mayoritas masih mencatat pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri, fokus kini bergeser ke menjaga kualitas aset serta profitabilitas.

Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menyatakan bahwa bank digital mulai memasuki fase yang lebih matang.

"Walau mayoritas bank digital masih mencatat pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri pada semester I 2026, sebagian mulai lebih selektif dalam memilih segmen, debitur, dan mitra penyaluran untuk menjaga kualitas aset," ujarnya kepada Kontan, Senin (3/8/2026).

Menurut Trioksa, strategi bank digital kini mengarah pada pemanfaatan data dan artificial intelligence (AI) dalam proses underwriting, penguatan pembiayaan berbasis ekosistem, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas aset.

Sejumlah bank digital masih membukukan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri. Superbank mencatat kredit Rp 13,4 triliun atau tumbuh 61% secara tahunan. Bank Jago Rp 26,6 triliun atau naik 24% secara year on year (yoy), serta Allo Bank Rp 9,54 triliun atau tumbuh 28% yoy.

Sementara itu, Bank Raya membukukan penyaluran kredit digital Rp 16,46 triliun atau naik 22,6% YoY, dengan outstanding kredit digital mencapai Rp 3,17 triliun atau tumbuh 21,2% YoY. Adapun Bank Neo Commerce (BNC) mencatat kredit Rp 7,13 triliun atau turun 11,79% YoY sebagai bagian dari strategi optimalisasi portofolio.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index