JAKARTA - Kepala Negara Republik Indonesia Prabowo Subianto memamerkan sejumlah pencapaian yang berhasil dilakukan pemerintahannya selama hampir dua tahun kepemimpinannya.
Capaian-capaian tersebut membuat Prabowo memberi rapor 'oke' kepada pemerintahan yang dia pimpin sejak 20 Oktober 2024.
Hal tersebut Prabowo sampaikan saat menghadiri acara peluncuran buku bertajuk "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
"Terus terang saja, saya dua tahun ini kita baru berprestasi, tapi saya kira dua tahun boleh lah kita ya, rapor kita 'oke' ya menurut saya ya. Kita sekarang berjalan, berdiri, menghadapi rakyat kita, menghadapi konstituen kita, menghadapi bangsa Indonesia, kita penuh dengan kepercayaan diri karena kita telah membuktikan bahwa kita berhasil dengan nyata," ujar Prabowo.
Lantas, apa saja capaian yang dipamerkan Prabowo? Pertama, Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan yang pemerintah lakukan benar-benar nyata. Dia menyatakan Indonesia siap menghadapi ancaman dari dunia.
"Periksa gudang semua. Kita siap ancaman di dunia, kita siap. Swasembada pangan kita menuju dan kita lebih kuat dari banyak negara lain, saudara-saudara," ucapnya.
Kedua, Prabowo menyebut Indonesia berhasil menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak naik. Padahal, negara lain saat ini sedang dalam kondisi panik.
"Karena Menteri ESDM dan Pertamina bagus mengelola energi kita, kita bisa menjaga BBM yang disubsidi masih kita tidak naikkan. Walaupun banyak negara lain sudah agak panik, Indonesia masih cool, masih tenang. Bukan tidak menghadapi kesulitan," kata Prabowo.
Ketiga, Prabowo menyampaikan bahwa Danantara berhasil menaikkan penghasilannya hingga 400 persen, padahal baru beroperasi satu tahun.
"Kita juga tadi disinggung, dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, saudara-saudara. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek, tapi kalaupun tidak 400 persen, 300 persen, atau 200 persen, ini signifikan, peningkatan signifikan dalam satu tahun bekerja," tegasnya.
Keempat, Prabowo menyebut pihaknya telah membangun 2.500 jembatan di seluruh desa. Dia mengatakan, jembatan merupakan hal yang tidak diingat kebanyakan elite Indonesia, tapi didengar pemerintahannya.
"Prestasi-prestasi kita riil. Sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita reaksi. Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan seluruh desa-desa di Indonesia. Yang banyak tidak diingat oleh banyak elite Indonesia," papar Prabowo.
"Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp 1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp 400 juta rata-rata, Rp 700 juta, Rp 800 juta. Yang besar mungkin Rp 2 miliar, Rp 3 miliar. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini," sambungnya.
Kelima, Prabowo mengatakan pemerintah memperbaiki 70 ribu sekolah sampai akhir tahun 2026. Prabowo bahkan membidik 100.000 sekolah yang diperbaiki pada 2027, dan menargetkan semua sekolah di Indonesia direnovasi.
"Semua puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki saudara-saudara sekalian," tambah Prabowo.