Arah Pergerakan Rupiah Besok: Pengaruh Kebijakan The Fed dan Geopolitik Global

Arah Pergerakan Rupiah Besok: Pengaruh Kebijakan The Fed dan Geopolitik Global
Laju nilai tukar rupiah. (Foto: NET)

JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah bergerak sangat dinamis pada perdagangan Senin (10/8), dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Melansir data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,8% ke level Rp 17.755 per dolar AS. 

Sedangkan menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 17.795 per dolar AS atau menguat 0,66% dari posisi Jumat sebelumnya di Rp 17.913 per dolar AS. 

Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi menuturkan bahwa pergerakan rupiah pada awal pekan ini utamanya dipengaruhi oleh fase konsolidasi dolar AS. 

Meskipun greenback berada dalam posisi kuat secara tren jangka panjang, laju apresiasinya mulai mereda memasuki Agustus seiring pasar valuta asing yang menanti sinyal arah kebijakan suku bunga The Fed. 

Selain itu, para pelaku pasar terus memantau ketegangan geopolitik internasional, termasuk dinamika di Timur Tengah. 

"Kondisi geopolitik memicu kekhawatiran terhadap stabilitas rantai pasok global dan harga komoditas energi, yang secara tidak langsung berdampak pada stabilitas mata uang di kawasan Asia," ungkap Rahma, Senin (10/8/2026).

Di sisi lain, sentimen pasar juga sangat sensitif terhadap rilis data ketenagakerjaan dan indikator makroekonomi AS terbaru. 

Menurut Rahma, jika data tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang persisten, ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lama (higher-for-longer) dapat kembali memberikan tekanan pelemahan terbatas pada rupiah dan mata uang regional. 

Dari dalam negeri, pasar tetap mencermati efektivitas instrumen stabilisasi moneter Bank Indonesia, termasuk pengelolaan likuiditas valas dan instrumen operasi pasar terbuka. 

Langkah intervensi moneter ini dinilai krusial untuk menjaga kecukupan likuiditas valas serta meredam volatilitas harian di tengah transisi kepemimpinan bank sentral. 

Melihat berbagai dinamika tersebut, Rahma memproyeksikan pergerakan rupiah terhadap dolar AS untuk perdagangan Selasa (11/8/2026) cenderung bergerak dalam ruang gerak yang terbatas. 

Untuk perdagangan Selasa (11/8/2026), mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index