FINANSIALNEWS.COM — Pasar mobil mikro di Eropa tengah memanas. Setelah didominasi kendaraan listrik asal China, kini hadir pendatang baru dari Spanyol yang mencoba menawarkan pendekatan berbeda. Liux, perusahaan rintisan asal Madrid, siap menjual mobil listrik mungil bernama Big dengan klaim sebagai kendaraan paling ramah lingkungan di kelasnya.
Nama "Big" sengaja dipakai sebagai lelucon. Mobil ini justru sangat kecil, bahkan bisa diparkir tegak lurus dengan trotoar. Namun di balik ukurannya, ambisi Liux sangat besar: membuktikan bahwa mobil Eropa bisa bersaing tanpa harus bergantung pada rantai pasok global.
Material Bodi dari Linen yang Bisa Didaur Ulang
Klaim utama Liux terletak pada material bodi mobilnya. Liux menggunakan komposit bio berbasis linen yang dirancang agar bisa diekstraksi dan didaur ulang kembali setelah masa pakai mobil berakhir. Ini berbeda dengan bodi mobil konvensional yang sulit dipisahkan materialnya saat didaur ulang.
"Satu hal yang sangat jelas bagi David dan saya adalah bahwa daur ulang bukan sekadar konsep lab. Anda bisa mendaur ulang hampir semua hal di lab. Yang membuat sesuatu bisa didaur ulang adalah cara ia dibuat," ujar salah satu pendiri Liux, Antonio Espinosa de los Monteros.
Espinosa menambahkan bahwa saat membangun sesuatu, integritas material dan komponen harus dijaga sejak awal agar bisa memiliki "kehidupan kedua". Filosofi ini ia bawa dari pengalaman sebelumnya mendirikan Auara, perusahaan air mineral yang menggunakan botol daur ulang.
Baterai Isi Daya di Rumah dan Perawatan Mudah
Meski baterai Liux Big tidak diproduksi di Eropa, mobil ini dirancang untuk bisa diisi ulang di rumah, termasuk menggunakan listrik dari panel surya. Liux juga mengklaim mobilnya mudah dirawat dan menghindari siklus usang yang cepat seperti mobil modern kebanyakan.
Pabrik Liux di Azuqueca de Henares, sekitar satu jam berkendara dari pusat Madrid, memang tidak besar. Pabrik ini hanya menjalankan tahap akhir produksi dengan mengikuti prinsip "lean management" ala Toyota. Meski begitu, kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 20.000 unit per tahun pada 2030.
Lebih dari 7.500 Orang Masuk Daftar Tunggu
Liux belum mengumumkan harga final, tapi memastikan banderolnya akan di bawah €18.000 atau sekitar Rp 297 juta sebelum subsidi kendaraan listrik. Angka ini menempatkan Big di kisaran harga atas untuk kategori mobil mikro, bersaing dengan Microlino asal Swiss dan merek China seperti Smart yang kini diproduksi di China.
Meski belum dijual, lebih dari 7.500 orang telah masuk daftar tunggu. Menariknya, profil calon pembeli yang paling dominan adalah warga kota berusia 55–60 tahun. Liux kini berasumsi bahwa Big akan sering menjadi mobil kedua dalam satu rumah tangga.
Kenyataan ini sedikit meredam harapan bahwa mobil mikro bisa menggantikan kepemilikan mobil tradisional. Namun Espinosa menegaskan Liux harus memilih pertarungannya. Perusahaan tetap membuka peluang kerja sama dengan perusahaan pengelola armada B2B dan pihak lain yang bisa membantu mengembangkan teknologi otonom.
Perjalanan Panjang dari SUV ke Mobil Mikro
Liux bukanlah perusahaan baru di dunia kendaraan listrik. Prototipe pertama mereka, Animal, adalah SUV listrik lima kursi yang hampir seluruhnya terbuat dari bahan daur ulang atau berbasis tanaman. Namun setelah diperkenalkan pada 2022, kedua pendiri memutuskan berbelok arah.
Mereka menyadari peluang menyelesaikan homologasi—proses sertifikasi kelayakan kendaraan—jauh lebih tinggi untuk mobil berukuran kecil. Keputusan ini membawa Liux pada pengembangan Big yang kini telah mengantongi homologasi di seluruh Eropa.
Di sisi teknis, Liux digawangi David Sancho, insinyur yang sebelumnya merancang Bóreas, supercar hybrid yang diluncurkan di ajang 24 Hours of Le Mans pada 2017. Kombinasi pengalaman Sancho di kendaraan performa tinggi dan visi keberlanjutan Espinosa menjadi fondasi Liux.
Dengan 65 karyawan yang tersebar di tiga fasilitas produksi di Spanyol, Liux adalah pabrikan mobil baru pertama di negara itu dalam lebih dari 30 tahun terakhir. Namun tim pendiri mengaku rantai pasok yang sepenuhnya mandiri mustahil dicapai, sehingga mereka memilih fokus pada keberlanjutan sebagai bintang penuntun.
Bagi pembeli yang mencari mobil kedua untuk kebutuhan harian di perkotaan dengan jejak karbon minimal, Liux Big bisa menjadi opsi menarik—jika janji daur ulang materialnya benar-benar terwujud di dunia nyata.