Harga Ekspor RI Kuartal II-2026 Melonjak 10,92%, Batu Bara dan Minyak Jadi Motor Utama

Harga Ekspor RI Kuartal II-2026 Melonjak 10,92%, Batu Bara dan Minyak Jadi Motor Utama

FINANSIALNEWS.COM — Laporan BPS yang dirilis Rabu (3/6/2026) menunjukkan laju inflasi harga ekspor itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara tahunan (year-on-year/yoy), kenaikannya mencapai 24,94%.

Migas dan Non-Migas Kompak Naik, Siapa Lebih Cepat?

Kenaikan harga terjadi di hampir semua kelompok barang. Untuk kelompok migas, inflasi harga ekspor tercatat 24,74% secara tahunan. Sementara kelompok non-migas justru lebih tinggi, mencapai 28,75% yoy.

"Perkembangan harga berbagai komoditas ekspor pada triwulan I-2026 secara umum mengalami kenaikan," demikian dikutip dari Laporan BPS.

Tiga Komoditas Penyumbang Inflasi Ekspor Terbesar

BPS merinci golongan barang yang paling berkontribusi terhadap inflasi harga ekspor kuartal II-2026. Untuk perbandingan kuartalan, sektor bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk sulingannya (HS 27) menjadi penyumbang terbesar dengan andil 3,40%.

Disusul kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan andil 1,41%, serta bijih logam, terak, dan abu (HS 26) yang menyumbang 1,32%.

Sementara itu, jika dibandingkan secara tahunan, komposisi penyumbangnya sedikit berbeda. HS 27 tetap memimpin dengan andil 4,66%. Posisi berikutnya ditempati bijih logam, terak, dan abu (HS 26) dengan andil 4,50%, serta besi dan baja (HS 72) yang berkontribusi 2,55%.

Apa Artinya bagi Eksportir?

Lonjakan IHX ini menjadi sinyal positif bagi eksportir, terutama yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Kenaikan indeks berarti harga jual produk di pasar internasional lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, yang berpotensi meningkatkan pendapatan dan margin usaha.

Namun, di sisi lain, tekanan inflasi harga ekspor yang tinggi juga bisa berdampak pada daya saing produk manufaktur yang menggunakan bahan baku impor. Perusahaan perlu mencermati pergerakan harga komoditas global dalam beberapa bulan ke depan untuk menyusun strategi penetapan harga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index