JAKARTA - Kesadaran akan manajemen keuangan kini menjadi isu krusial di tengah pesatnya gaya hidup modern. Literasi finansial dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga membentuk pola pikir sehat dalam mengambil keputusan keuangan. Hal ini menjadi sorotan utama dalam program Sore Ceria PRO 2 Palu yang menghadirkan praktisi pemberdayaan ekonomi dan transformasi digital, Nurina Maskayanti, pada Selasa.
Menurut Nurina, pemahaman mengenai keuangan sering kali disalahpahami oleh generasi muda. Banyak anak muda masih memandang literasi keuangan sebagai hal yang rumit dan membosankan. “Padahal inti literasi keuangan itu sederhana, bagaimana kita sadar ke mana uang pergi dan kenapa kita membelanjakannya,” ujar Nurina. Pandangan ini menggeser paradigma bahwa literasi keuangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kesadaran perilaku.
Bahaya Jebakan Self-Reward yang Tidak Terkontrol
Salah satu fenomena yang paling disoroti dalam diskusi tersebut adalah tren pemberian penghargaan pada diri sendiri atau self-reward yang sering kali menjadi bumerang bagi kesehatan dompet. Ia menilai kebiasaan self-reward yang dilakukan tanpa batas menjadi salah satu penyebab utama pengeluaran tidak terkontrol di kalangan generasi muda.
Kecenderungan untuk memanjakan diri setelah melakukan aktivitas harian dianggap perlu dievaluasi kembali jika intensitasnya terlalu tinggi. “Kalau setiap selesai kerja atau kuliah langsung self-reward, lama-lama bukan reward lagi, tapi kebiasaan yang menguras keuangan,” katanya. Tanpa adanya batasan yang jelas, aktivitas yang semula bertujuan untuk apresiasi diri bisa berubah menjadi perilaku konsumtif yang merusak perencanaan keuangan jangka panjang.
Kontrol Diri di Tengah Kemudahan Transaksi Digital
Era transformasi digital membawa kemudahan luar biasa, namun di sisi lain menyimpan risiko yang tidak kecil jika tidak dibarengi dengan kontrol diri yang kuat. Menurut Nurina, langkah awal membangun literasi finansial adalah melatih diri untuk membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan transaksi. Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi keuangan harus diimbangi dengan kesadaran dan kontrol diri agar tidak terjebak perilaku konsumtif.
Kemudahan fitur seperti pembayaran sekali klik atau pemindaian kode QR sering kali membuat seseorang kehilangan sensitivitas terhadap nilai uang yang dikeluarkan. “Transaksi digital itu memudahkan, tapi di situlah letak bahayanya. Tinggal klik atau scan, uang keluar tanpa terasa,” ujarnya. Tanpa adanya filter mental antara keinginan sesaat dan kebutuhan mendesak, teknologi justru bisa mempercepat kebangkrutan pribadi.
Keamanan Data Pribadi sebagai Aset Keuangan
Lebih jauh dari sekadar perilaku belanja, literasi finansial di zaman sekarang juga mencakup aspek keamanan siber. Selain soal pengeluaran, Nurina menekankan pentingnya menjaga data pribadi dalam aktivitas keuangan digital. Keamanan data kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehatan finansial seseorang secara keseluruhan.
Risiko kebocoran data dapat berdampak sistemik terhadap kehidupan sosial dan ekonomi individu. “Data pribadi hari ini adalah aset. Kalau bocor karena pinjol atau judi online, dampaknya bisa ke banyak aspek kehidupan,” jelasnya. Oleh karena itu, kecakapan dalam menggunakan aplikasi keuangan harus diikuti dengan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Membangun Mindset Keuangan yang Sehat dan Mandiri
Menutup diskusi tersebut, Nurina memberikan pesan optimis bagi generasi muda di Palu dan sekitarnya. Ia berharap edukasi literasi finansial dapat membantu anak muda membangun mindset keuangan yang sehat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Dengan memiliki pola pikir yang tepat, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi, tetapi juga mampu mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan. Literasi keuangan bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang dimiliki, tetapi tentang seberapa cerdas seseorang mengelola apa yang ada untuk masa depan yang lebih terjamin.