FINANSIALNEWS.COM — Proyek distribusi Linux berbasis Arch, Omarchy, mengumpulkan dana hingga USD 18,5 juta hanya dalam hitungan pekan. Capaian itu menjadikannya salah satu proyek open source dengan pertumbuhan dukungan tercepat, sekaligus memicu perdebatan sengit di komunitas perangkat lunak bebas.
Omarchy dikembangkan David Heinemeier Hansson, sosok di balik framework web Ruby on Rails. Pria yang akrab disapa DHH itu membangun distribusi ini di atas Arch Linux dengan antarmuka bergaya dan berbasis keyboard. Popularitasnya tak lepas dari visibilitas DHH sendiri di dunia teknologi.
Yayasan Omacom Foundation, yang dibentuk untuk mendanai dan mengawasi proyek ini, menyatakan komitmen dan donasi kini menyentuh angka sekitar USD 18,5 juta. Nilai itu mencakup komitmen multi-tahun serta token kecerdasan buatan.
Dari USD 8 Juta ke USD 18,5 Juta dalam Hitungan Pekan
Saat pemberitaan pertama kali disusun, Omacom Foundation baru mengklaim dukungan senilai USD 8 juta. Dalam sehari, angkanya naik menjadi USD 10 juta.
Sejak Agustus, lonjakan berlanjut. Omarchy sudah merilis dua pembaruan titik dan kini berada di versi 4.0.3. Proyek ini juga mengumumkan Omarchy M, inisiatif membawa distribusi tersebut ke Mac berprosesor Apple Silicon, dengan dukungan untuk model Intel lawas turut direncanakan.
Halaman webnya pun didesain ulang dengan internasionalisasi lebih luas. Daftar patron kini mencakup OpenRouter, Four Technologies, dan DigitalOcean, ditambah komitmen token dari Meta Superintelligence Labs, Anthropic, OpenAI, dan Fireworks.
Tiga Rekrutan Pertama dan Klaim Dibangun Agen AI
Sebagian dana mulai dibelanjakan untuk merekrut tenaga ahli. Tiga nama pertama yang diumumkan adalah pengembang kernel Krzysztof Wilczyński, kepala infrastruktur Emir Beganović, dan sosok anonim bernama outfoxxed, pencipta Quickshell yang menjadi komponen inti antarmuka Omarchy 4.
Pengumuman proyek menyebut Omarchy Quattro hampir seluruhnya dibangun oleh agen AI. Alasannya, agen dinilai sangat mumpuni dalam hal seperti bash, QML, dan menelusuri masalah Linux.
Omarchy secara sengaja tidak memiliki kode etik. Sebagai gantinya, ada sebuah Doktrin dengan prinsip pertama "menyatukan para nerd".
Kritik Keras: "Proyek Fasis yang Menormalkan Cara Berpikir Fasis"
Upaya menyatukan komunitas itu tidak berjalan mulus. Sejumlah tokoh open source menuding Omarchy membawa agenda politik yang bertentangan dengan nilai perangkat lunak bebas.
Brennan Kenneth Brown menuangkan tuduhan itu lewat tulisan berjudul "Normalized Fascism in Open Source: $12 Million Given to DHH". Blogger Jürgen "tante" Geuter menyebut Omarchy sebagai perebutan kekuasaan.
"Menjalankan Omarchy berarti… dengan sukarela mengintegrasikan diri ke dalam komunitas fasis. Melegitimasi itu. Mendukungnya," tulis Geuter.
Ia melanjutkan, "Omarchy adalah proyek fasis yang menormalkan cara berpikir fasis bagi semua orang yang masuk ke komunitas itu, bahkan tanpa menyadarinya."
Kampanye bertajuk Stop Omarchy juga muncul dengan spanduk bertuliskan, "Omarchy adalah gerakan politik yang menyamar sebagai distribusi Linux."
Tokoh open source terkemuka Matthew Garrett ikut angkat bicara. "Saya tidak bisa memahami pola pikir sebagian kecil komunitas perangkat lunak bebas yang menganggap kebebasan terkait perangkat lunak tak pernah bisa diganggu, tetapi tidak masalah mencabut kebebasan lain yang berdampak lebih besar pada hidup orang," ujarnya.
Menurut Garrett, Omarchy secara fundamental tidak sejalan dengan tujuan perangkat lunak bebas. "Itu buruk karena pada level teknis memang buruk, dan juga buruk karena secara idealisme buruk," katanya.
Mengapa Kontroversi Politik Kian Mewarnai Dunia Open Source
Masalah pengembang open source yang tak dibayar layak sudah lama menjadi persoalan di dunia FOSS. Namun kini banyak pihak justru berlomba menjanjikan uang atau token ke Omarchy.
Popularitasnya tak terbantahkan, tetapi politik pendirinya diduga menjadi faktor pendorong. DHH dikenal lewat tulisan-tulisan kritis terhadap imigrasi, termasuk esai berjudul "As I remember London" dan "Wolves, sheep, and gypsies".
Ia bukan satu-satunya figur industri perangkat lunak yang politiknya menjadi sorotan. Pada Juli, salah satu pemilik Mullvad dilaporkan menyumbang besar ke partai politik anti-imigrasi di Swedia. Di Inggris, partai populis kanan Reform UK juga menerima donasi besar yang kemudian berlipat.
Setahun sebelumnya, proyek XLibre diluncurkan dan secara terbuka menolak DEI. Sebagian kalangan marah, sebagian lain merangkul, termasuk dukungan dari Devuan.
Omarchy Dinilai Bukan Distribusi Linux Seutuhnya
Sejumlah pengamat menilai Omarchy bukan distribusi dalam arti tradisional. Menurut mereka, "distribusi Omarchy" tak lebih dari Arch Linux ditambah berkas konfigurasi pribadi DHH.
Meski begitu, Omarchy adalah merek yang erat menyatu dengan politik penciptanya. Ia tampil berani, tidak berusaha terlihat familier, dan tidak berupaya ramah bagi pemula seperti Linux Mint atau Zorin OS.
Citranya adalah gaya dan kecanggihan. Ia memakai Hyprland, kompositor Wayland tiling dari pengembang yang gemar memicu kontroversi, dengan antarmuka berbasis keyboard yang tak berusaha meniru yang lain. Tidak ada bilah judul jendela, dan Alt+F4 tak menutup jendela di sini.
Pasar sasarannya tampak menyasar para inovator, influencer, dan pengembang yang dibantu AI. DHH berbicara langsung kepada pengguna di X, platform yang pemiliknya tak asing dengan wilayah ini.
Kendati menuai kecaman, Omarchy tetap menarik pengguna, termasuk mereka yang sebelumnya menolak Linux, sekaligus mengumpulkan donasi. Bagi yang tak ingin mendukung tren ini, ada alternatif seperti Pop!_OS 24.04 LTS dengan desktop COSMIC yang dibangun di atas Ubuntu.