Dapen BTN Waspadai Lima Faktor Tekan RoI, OJK Catat RoI Industri Naik 0,95% per Juli

Sabtu, 19 September 2026 | 14:33:00 WIB
Dapen BTN Waspadai Lima Faktor Tekan RoI, OJK Catat RoI Industri Naik 0,95% per Juli

FINANSIALNEWS.COM — Dana Pensiun BTN menyoroti lima faktor yang berpotensi menekan kinerja Return on Investment (RoI) hingga akhir tahun, mulai dari suku bunga hingga geopolitik global. Peringatan itu muncul saat OJK mencatat RoI industri dana pensiun justru melonjak ke 0,95% per Juli 2026, setelah sempat tertekan ke 0,02% pada Juni.

Direktur Dana Pensiun (Dapen) BTN Palwoto menyampaikan bahwa industri dana pensiun perlu mengantisipasi perkembangan suku bunga domestik dan global, volatilitas yield Surat Berharga Negara (SBN), pergerakan nilai tukar, kondisi pasar saham, serta likuiditas pasar.

"Ditambah, adanya dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi sentimen pasar dan aliran modal asing," ujarnya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

    RoI Industri Bangkit dari Titik Terendah

    Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan RoI dana pensiun sempat menurun dari 0,51% per Mei 2026 menjadi 0,02% per Juni 2026. Angka itu kemudian naik menjadi 0,95% per Juli 2026.

    Lonjakan tersebut menandakan tekanan pasar yang sempat menekan portofolio dana pensiun mulai mereda. Meski begitu, Palwoto menegaskan kinerja investasi Dapen BTN hingga Juli 2026 masih sejalan dengan Roadmap Dana Pensiun BTN dan rencana bisnis perseroan.

    Keseimbangan Return, Risiko, dan Kewajiban

    Bagi pengelolaan investasi dana pensiun, Palwoto menerangkan perhatian utama tetap diarahkan pada keseimbangan antara optimalisasi return, pengelolaan risiko, dan pemenuhan kewajiban. Optimalisasi RoI, katanya, perlu dilakukan secara prudent dan terukur.

    "Sebab, peningkatan return yang tidak diimbangi dengan pengelolaan risiko yang memadai dapat meningkatkan volatilitas kinerja portofolio secara keseluruhan," tuturnya.

    Dana Pensiun BTN merupakan penyelenggara Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), yang menuntut pengelolaan portofolio lebih konservatif dibanding dana pensiun iuran pasti.

    Strategi Portofolio Selektif dan Prudent

    Dalam upaya meningkatkan kinerja RoI, Palwoto menerangkan fokus Dana Pensiun BTN tetap diarahkan pada optimalisasi portofolio secara selektif dan prudent. Perseroan mempertimbangkan sejumlah faktor dalam setiap keputusan investasi.

    • Kebutuhan pemenuhan kewajiban jangka panjang melalui pendekatan Asset Liability Matching
    • Kesesuaian dengan ketentuan regulator dan kebijakan investasi yang berlaku
    • Risk-return profile dari setiap instrumen yang dipilih

    Pendekatan itu membuat strategi taktis pada masing-masing instrumen investasi menjadi kunci dalam menjaga kinerja di tengah dinamika pasar.

    Apa Artinya bagi Peserta dan Pengelola Dana Pensiun

    Bagi peserta program pensiun, fluktuasi RoI bulanan tidak langsung mengubah besaran manfaat yang diterima, terutama pada PPMP yang mengacu pada formula manfaat pasti. Namun, kinerja investasi tetap menentukan kemampuan pengelola memenuhi kewajiban jangka panjang.

    Palwoto menegaskan pihaknya akan terus menjaga keseimbangan antara mengejar imbal hasil dan memitigasi risiko. Strategi itu dinilai penting agar volatilitas portofolio tidak menggerus kemampuan bayar dana pensiun ke depan.

Terkini