FINANSIALNEWS.COM — Kementerian Keuangan Vietnam menyiapkan perjamuan tahunan bagi investor asing untuk menjajaki minat terhadap obligasi negara, namun menegaskan agenda itu tidak terkait penerbitan surat utang dalam waktu dekat. Langkah tersebut muncul setelah kementerian disebut sempat menjajaki kemungkinan penerbitan obligasi dolar di pasar luar negeri, yang terakhir dilakukan pada 2014.
Kementerian Keuangan Vietnam menegaskan rangkaian pertemuan dengan investor asing merupakan agenda rutin tahunan. Menurut pernyataan kementerian, kegiatan itu memberi ruang bagi otoritas pengelola utang untuk mengumpulkan masukan pasar sekaligus mengukur selera investor terhadap obligasi pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (18/9) malam, merespons pemberitaan Reuters soal rencana penerbitan obligasi dolar. Kementerian menyebut belum ada keputusan akhir mengenai penjualan surat utang valas tersebut.
Alasan Pemerintah Masih Menahan Diri
Pemerintah Vietnam masih mengevaluasi biaya pinjaman di tengah tren kenaikan imbal hasil global. Kondisi itu membuat penerbitan obligasi dolar berpotensi menelan biaya lebih mahal dibanding beberapa tahun lalu.
Obligasi dolar terakhir Vietnam diterbitkan pada 2014. Sejak itu, pemerintah lebih banyak mengandalkan pasar domestik untuk membiayai kebutuhan fiskal.
Kementerian menambahkan bahwa rincian spesifik, seperti besaran nilai, tenor, atau waktu penerbitan, akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh pemerintah pada saat yang tepat.
Sejumlah bank investasi sebelumnya dilaporkan telah bertemu dengan otoritas Vietnam untuk membahas opsi penerbitan di pasar luar negeri. Namun pertemuan itu belum berujung pada mandat penjualan resmi.
Peringkat Investasi Jadi Target Akhir Dekade
Vietnam juga berencana bertemu lembaga pemeringkat kredit internasional. Pertemuan itu bagian dari upaya meraih peringkat kredit negara layak investasi atau investment grade pada akhir dekade ini.
Status investment grade akan membuka akses pendanaan yang lebih murah bagi pemerintah maupun korporasi Vietnam. Peringkat yang lebih tinggi biasanya menurunkan premi risiko yang diminta investor global.
Bagi investor obligasi di kawasan, sinyal dari Hanoi ini layak dicermati. Penerbitan obligasi dolar Vietnam, jika terealisasi, akan menambah pilihan instrumen emerging market di saat imbal hasil global masih bergejolak.
Apa Artinya bagi Pasar Obligasi Kawasan
Vietnam saat ini masih berstatus peringkat di bawah investment grade pada beberapa lembaga pemeringkat utama. Upaya menaikkan status itu ditempuh lewat perbaikan tata kelola utang dan disiplin fiskal.
Pemerintah menekankan bahwa program interaksi investor tahunan tidak melibatkan penawaran atau penerbitan obligasi dalam waktu dekat. Pernyataan itu sekaligus meredam spekulasi pasar soal jadwal penerbitan yang sempat beredar.
Bagi pelaku pasar Indonesia, perkembangan ini menjadi pembanding menarik. Pemerintah Indonesia juga aktif mengelola utang valas, dan setiap sinyal penerbitan dari negara tetangga kerap memengaruhi persepsi risiko kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.