FINANSIALNEWS.COM — Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meninjau langsung pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak di KB Cita Anak Bangsa. Langkah ini menegaskan bahwa pendidikan usia dini dan asupan gizi berjalan beriringan untuk mendukung anak tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.
Lisa yang juga menjabat Bunda PAUD Kota Banjarbaru menegaskan bahwa tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama. Kondisi pendidikan, kesehatan, dan lingkungan tempat anak belajar harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Pendidikan Anak Usia Dini Bukan soal Akademik Semata
Menurut Lisa, perhatian terhadap anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Anak juga perlu diberi ruang untuk berekspresi dan menikmati proses belajar sesuai tahapan usianya.
"Ulun berharap di jenjang pendidikan TK tidak ada lagi pemberian pelajaran langsung tetapi tahap memberikan anak bebas berekspresi dulu dengan membuat mereka bahagia tapi tetap diawasi, dikontrol, dipantau," ujar Wali Kota perempuan pertama di Kota Banjarbaru itu.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip PAUD modern yang menempatkan bermain dan eksplorasi sebagai fondasi belajar. Anak yang merasa bahagia di lingkungan sekolah lebih mudah menyerap stimulasi dan membangun kepercayaan diri.
Apresiasi untuk Guru PAUD yang Mendampingi Anak
Lisa memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang telah sabar dan tabah mendampingi anak-anak dalam masa tumbuh kembang. Peran mereka dinilai krusial karena membantu anak memulai hidup dengan baik.
Dukungan untuk pendidik PAUD menjadi penting mengingat mereka adalah figur terdekat anak setelah orang tua di lingkungan sekolah. Kualitas pendampingan guru berpengaruh langsung pada perkembangan sosial dan emosional anak.
Program Makanan Bergizi Gratis di TK Negeri Pembina Cempaka
Setelah dari KB Cita Anak Bangsa, Lisa melanjutkan kunjungan ke TK Negeri Pembina Cempaka di Kompleks Cempaka Sari Jalur 17. Di sana ia meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Lisa memastikan makanan siap saji yang diberikan kepada anak-anak memperhatikan kebersihan, kualitas bahan, kandungan gizi, dan keamanan pangan. Hal ini penting agar makanan aman dikonsumsi anak yang tengah bersekolah.
Ia mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG terus memberikan makanan berkualitas. Asupan bergizi menjadi salah satu bagian penting yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Gizi Keluarga Tetap yang Utama
Lisa menekankan bahwa pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga. Program MBG berperan sebagai tambahan untuk memastikan anak-anak sehat dan terhindar dari stunting.
"Pemenuhan gizi utama tetap dimulai dari lingkungan keluarga dan MBG merupakan program penambahan pemenuhan gizi kepada anak-anak sehingga sehat dan terhindar dari stunting," katanya.
Ia juga berpesan kepada orang tua agar menyiapkan makanan sehat dan seimbang di rumah. Membiasakan anak mengonsumsi sayur dan buah menjadi cara sederhana untuk mendukung mereka tumbuh sehat, kuat, dan makin pintar di masa depan.
Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah
Pemantauan tumbuh kembang anak sebaiknya dilakukan rutin, bukan hanya saat ada program pemerintah. Catat tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak setiap bulan untuk melihat apakah pertumbuhannya sesuai usia.
Untuk asupan gizi, sajikan variasi sayur dan buah dengan cara yang menarik agar anak mau mencoba. Libatkan anak saat memilih atau menyiapkan makanan supaya mereka lebih antusias makan.
Jika berat badan anak tidak naik dalam beberapa bulan atau muncul tanda keterlambatan perkembangan, segera konsultasikan ke posyandu atau dokter anak. Deteksi dini membuat penanganan lebih cepat dan tepat.