Liburan Kini Diisi Lari Maraton dan Main Padel, Tren Fitness Travel Naik

Liburan Kini Diisi Lari Maraton dan Main Padel, Tren Fitness Travel Naik

FINANSIALNEWS.COM — Data dari aplikasi pelacak kebugaran Strava menunjukkan pergeseran perilaku ini cukup signifikan. Hasil survei terhadap lebih dari 30.000 orang menemukan bahwa generasi Z (Gen Z) menganggap aktivitas kebugaran saat berlibur 23 persen lebih penting dibandingkan generasi X (Gen X). Artinya, memilih destinasi liburan kini tidak hanya soal pemandangan, tetapi juga soal kesempatan untuk bergerak aktif.

Spanyol Jadi Incaran untuk Olahraga Padel

Salah satu olahraga yang paling diminati dalam tren ini adalah padel. Olahraga yang menyerupai kombinasi tenis dan squash ini berkembang pesat di Eropa, khususnya Inggris, dengan banyak klub baru yang bermunculan.

Spanyol menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang ingin menekuni olahraga ini. Negara tersebut memiliki banyak pelatih dan pemain padel terbaik di Eropa, sehingga menarik minat wisatawan untuk berlatih sekaligus meningkatkan kemampuan mereka saat berlibur.

Tokyo dan Berlin Jadi Magnet Pelari Dunia

Selain padel, lari maraton juga bertransformasi menjadi tujuan wisata global. Para pelari kini rela bepergian ke berbagai negara untuk mengejar catatan waktu terbaik sambil menjelajahi kota-kota baru.

Tokyo menjadi salah satu destinasi paling populer. Pada penyelenggaraan Tokyo Marathon 2025, tercatat 18.000 dari 38.000 pelari berasal dari luar Jepang, mewakili 130 negara dan wilayah. Kota Berlin di Jerman juga menjadi favorit karena memiliki medan lari yang relatif datar, sementara Amerika Serikat memiliki sejumlah maraton kelas dunia.

Bahkan, tren ini sempat membuka peluang wisatawan asing untuk masuk ke Korea Utara melalui ajang Pyongyang Marathon. Namun, pelari asing tidak diizinkan mengikuti ajang tersebut pada 2026 karena acara dibatalkan dengan alasan yang tidak disebutkan. Mereka diperkirakan baru bisa kembali berpartisipasi pada 2027.

Hyrox dan Risiko Obsesi Berlebihan

Fitness travel juga didorong oleh munculnya olahraga baru seperti Hyrox, yang memadukan perlombaan kebugaran dengan berbagai tantangan fisik. Olahraga ini kini digemari berbagai kalangan di dunia.

Meski tren ini berdampak positif bagi kesehatan, para ahli mengingatkan adanya sisi negatif. Sebagian orang justru mengubah liburan menjadi sebuah obsesi untuk mencapai target aktivitas fisik tertentu. Alih-alih beristirahat, mereka malah terbebani oleh pencapaian jumlah latihan selama berlibur.

Fitness travel diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan dan mengubah cara wisatawan memandang liburan. Kuncinya adalah tetap menyeimbangkan aktivitas fisik dengan waktu pemulihan agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebih.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index