FINANSIALNEWS.COM — Penjualan mobil listrik di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 101.171 unit, hampir dua kali lipat dari periode sama tahun lalu yang hanya 50.749 unit. Menariknya, tiga model terlaris semuanya bukan varian termurah di jajarannya. Jaecoo J5 memimpin dengan 23.359 unit, disusul BYD Atto 1 dan Geely EX2.
Data wholesales atau distribusi pabrik ke dealer dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan lonjakan pasar BEV yang signifikan. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, total distribusi mobil listrik menyentuh 101.171 unit.
Pertumbuhan ini nyaris dua kali lipat capaian Januari-Agustus tahun sebelumnya. Tiga model mendominasi papan atas, dan semuanya punya pola yang sama: varian premium justru lebih banyak diburu ketimbang tipe standar.
Jaecoo J5 Puncaki Distribusi dengan 23.359 Unit
Jaecoo J5 menjadi model BEV paling banyak terdistribusi di Tanah Air dengan total 23.359 unit. Brand asal Tiongkok ini unggul jauh atas seluruh pesaingnya di segmen kendaraan listrik.
Yang menarik, hampir seluruh penjualan datang dari varian Premium. Tipe ini menyumbang 23.299 unit, sementara varian Standar hanya terdistribusi 60 unit.
Selisih harga jadi faktor utama. Jaecoo J5 Standar dibanderol mulai Rp 279,9 juta, sedangkan J5 Premium dijual Rp 324,9 juta.
BYD Atto 1: Dynamic Jadi Varian Paling Diburu
Peringkat kedua ditempati BYD Atto 1 dengan 19.909 unit terdistribusi. Konsumen Indonesia paling banyak memilih varian Dynamic yang mencatat 11.509 unit.
Varian Premium menyusul dengan 8.781 unit, sedangkan tipe Standar terdistribusi 2.505 unit. Komposisi ini kembali menegaskan bahwa pembeli BEV di Indonesia tidak semata mengejar harga paling murah.
Dari sisi harga, BYD Atto 1 dijual mulai Rp 199 juta untuk varian Standar Range, Rp 210 juta untuk Dynamic, dan Rp 245 juta varian Premium.
Geely EX2 Melengkapi Tiga Besar
Geely EX2 menempati urutan ketiga sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia dengan 9.769 unit. Pola serupa terulang: varian Max yang lebih mahal justru jauh lebih laku dibanding tipe Pro.
Geely EX2 Max mencatat 7.298 unit, sementara varian Pro hanya 2.471 unit. Harga mobil Geely EX2 dibanderol mulai Rp 239,9 juta untuk varian Pro, dan Rp 269,9 juta untuk trim Max.
Ketiga model ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik Indonesia mulai bergeser ke arah konsumen yang mempertimbangkan fitur dan jarak tempuh, bukan sekadar harga masuk. Data Gaikindo ini mencakup distribusi pabrik ke dealer, bukan angka penjualan ritel ke konsumen akhir.