SpaceX Kuasai 83% Dana IPO Teknologi AS 2026, Software Justru Sepi

SpaceX Kuasai 83% Dana IPO Teknologi AS 2026, Software Justru Sepi

FINANSIALNEWS.COM — Perusahaan teknologi berbasis modal ventura di Amerika Serikat mengumpulkan hampir USD 90 miliar dari penawaran umum domestik sepanjang 2026, menjadikannya rekor tahunan tertinggi kedua dalam sejarah. Namun hampir seluruh dana itu mengalir ke segelintir nama besar, sementara sektor enterprise software nyaris tidak muncul sama sekali.

Data Crunchbase menunjukkan SpaceX sendirian menyerap 83% dari total USD 90 miliar tersebut. Perusahaan AI infrastruktur Cerebras Systems menyusul dengan kontribusi 6%.

Angka itu belum final. Masih ada beberapa bulan tersisa di 2026, dan potensi penawaran umum Anthropic disebut bisa jauh lebih besar lagi.

Hanya 21 Perusahaan yang Benar-benar Melantai

Di luar dua raksasa itu, lapangan terlihat jauh lebih sederhana. Hanya 21 perusahaan teknologi berbasis modal ventura lain yang melantai di Nasdaq atau Bursa New York dengan skala signifikan sepanjang tahun ini.

Totalnya, termasuk IPO konvensional dan kesepakatan SPAC, tidak sampai USD 10 miliar. Jumlah itu kontras tajam dengan dominasi SpaceX dan Cerebras.

Energi Pimpin, Software Hampir Tidak Ada

Sekitar seperempat dari penawaran startup teknologi tahun ini berasal dari sektor energi. Yang terbesar adalah penyedia energi panas bumi Fervo Energy.

Beberapa startup nuklir juga melakukan debut, termasuk X-energy dan Hadron Energy yang mengembangkan reaktor nuklir modular kecil. Ada pula Standard Nuclear yang fokus pada bahan bakar nuklir canggih.

Di luar energi, perusahaan komputasi kuantum Quantinuum mencatatkan salah satu debut terbesar tahun ini. Platform penyewaan peralatan EquipmentShare menyusul tak jauh di belakang.

Sektor pertahanan dan kedirgantaraan juga tampil kuat. Penyedia intelijen satelit HawkEye 360 dan pengembang wahana antariksa York Space Systems ikut melantai.

Di sisi konsumen, platform sepeda listrik dan skuter Lime akhirnya masuk pasar, meski valuasinya di bawah puncak yang pernah dicapai.

Mengapa SaaS Menghilang dari Bursa

Ketiadaan penawaran enterprise software tahun ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Dampak AI terhadap sektor tersebut sudah terasa sejak beberapa waktu terakhir.

Modal ventura kini mengalir deras ke generasi platform AI-first di bidang legal tech, akuntansi, dan segmen enterprise software lainnya. Unicorn SaaS yang sudah mapan pun berlomba menyisipkan lebih banyak AI ke produk mereka.

Hasilnya, banyak unicorn SaaS dan mantan unicorn memutuskan tahun ini bukan waktu yang tepat untuk melantai di bursa.

Return Investasi Makin Terkonsentrasi

Konsekuensi lain: imbal hasil investasi kini jauh lebih terkonsentrasi. Menang besar atau tidak sama sekali bukan hal baru di dunia startup.

Return ventura teknologi selalu ditopang segelintir kemenangan raksasa, sementara sebagian besar portofolio lain menghasilkan kerugian atau exit kecil. Namun belakangan, condongnya dana IPO ke segelintir pemenang terasa lebih tajam dari sebelumnya.

Pipeline perusahaan teknologi yang sudah mengajukan IPO juga tidak memberi harapan pola ini akan berubah. Nama-nama seperti Anthropic dan OpenAI masih mendominasi pembicaraan, sementara penawaran enterprise SaaS tidak.

Artinya, peta IPO teknologi tahun ini lebih bercerita tentang siapa yang absen ketimbang siapa yang hadir. Energi, pertahanan, dan antariksa mengisi panggung. Software yang dulu jadi tulang punggung, justru menonton dari pinggir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index