PBB Sebut Target Bebas Kelaparan 2030 Tak Realistis, 520 Juta Orang Terancam

PBB Sebut Target Bebas Kelaparan 2030 Tak Realistis, 520 Juta Orang Terancam
PBB Sebut Target Bebas Kelaparan 2030 Tak Realistis, 520 Juta Orang Terancam

FINANSIALNEWS.COM — Sekitar 510 juta hingga 520 juta orang diperkirakan masih menghadapi kelaparan pada 2030 jika tren penurunan saat ini berlanjut. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menilai target Zero Hunger yang ditetapkan Majelis Umum PBB tidak realistis dengan laju perkembangan yang ada. Pada 2025, sekitar 645 juta orang atau 7,8 persen populasi dunia masih mengalami kelaparan.

Kepala Kantor Penghubung FAO untuk Rusia, Oleg Kobyakov, menyatakan target penghapusan kelaparan pada 2030 sulit dicapai tanpa percepatan signifikan. Dunia memang mencatat kemajuan dalam menekan jumlah orang kelaparan, tetapi lajunya belum cukup cepat.

Laporan FAO terbaru memperkirakan sekitar 510 juta hingga 520 juta orang masih akan menghadapi kelaparan pada 2030. Angka itu menunjukkan penurunan yang terjadi belum mampu membawa dunia menuju target Zero Hunger dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Penurunan Kelaparan Global Melambat

Pada 2025, sekitar 645 juta orang atau 7,8 persen populasi dunia diperkirakan mengalami kelaparan. Angka tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 8,1 persen dan 2022 sebesar 8,6 persen.

Meski ada perbaikan, FAO menilai perkembangan tiga tahun terakhir masih rapuh dan tidak merata antarwilayah. Percepatan kebijakan dan investasi disebut menjadi faktor penting untuk memperkecil kesenjangan menuju 2030.

Afrika Menyumbang 56 Persen Beban Kelaparan 2030

Beban kelaparan tidak tersebar merata. Pada 2025, Afrika mencatat sekitar 309 juta orang mengalami kelaparan, disusul Asia dengan 292 juta orang, serta Amerika Latin dan Karibia sekitar 32 juta orang.

FAO memperkirakan sekitar 56 persen orang yang masih menghadapi kelaparan pada 2030 akan berada di Afrika. Kondisi ini menunjukkan upaya mengatasi kelaparan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi pangan.

Akses masyarakat terhadap makanan bergizi, stabilitas ekonomi, konflik, perubahan iklim, serta ketahanan sistem pangan turut menentukan keberhasilan target tersebut. Kajian terbaru mengenai sistem pangan global juga menunjukkan sebagian besar indikator pangan bergerak terlalu lambat untuk memenuhi target 2030.

Peran Indonesia dan Negara Berkembang

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan populasi besar menghadapi tantangan serupa dalam menjaga ketahanan pangan. Program diversifikasi pangan dan penguatan produksi domestik menjadi bagian dari upaya global menekan angka kelaparan.

Dengan waktu menuju 2030 yang semakin dekat, pencapaian dunia bebas kelaparan akan bergantung pada seberapa cepat negara-negara memperkuat sistem pangan sekaligus memperluas akses terhadap makanan yang cukup dan bergizi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index