Trump Kritik Dewan The Fed Usai Suku Bunga AS Naik ke 3,75%-4%

Trump Kritik Dewan The Fed Usai Suku Bunga AS Naik ke 3,75%-4%

FINANSIALNEWS.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tetap mendukung Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh, namun melontarkan kritik tajam terhadap jajaran dewan bank sentral yang disebutnya "bermusuhan". Sikap itu muncul beberapa jam setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% hingga 4%.

Keputusan FOMC tersebut diambil secara bulat, menentang seruan Trump yang berulang kali meminta penurunan biaya pinjaman. Kenaikan 25 basis poin itu menempatkan federal funds rate di level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Trump menyampaikan pernyataannya kepada wartawan di North Carolina, sebelum menghadiri acara kampanye. Dia menegaskan dirinya telah berbicara dengan Warsh, meski tidak merinci kapan percakapan itu berlangsung.

Sikap Trump terhadap Gubernur The Fed

"Saya percaya, maksud saya, saya mengandalkan Kevin," kata Trump mengenai gubernur The Fed yang dia pilih sendiri. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (16/9).

Meski demikian, Trump mengaku tidak berupaya memengaruhi keputusan Warsh. "Anda sebaiknya memilih sesuai dengan dewan karena itu tidak akan berpengaruh," ujarnya.

Kritik terhadap Jajaran Dewan Bank Sentral

Trump menyebut jajaran dewan bank sentral AS sebagai "bermusuhan" karena sikap mereka yang menolak permintaan penurunan suku bunga. Kritik ini menandai ketegangan lanjutan antara Gedung Putih dan The Fed.

Ketegangan tersebut muncul di tengah tekanan inflasi yang masih menjadi perhatian utama bank sentral. The Fed memilih mempertahankan sikap ketat untuk menjaga stabilitas harga.

Dampak bagi Pasar Global dan Indonesia

Kenaikan suku bunga AS berpotensi memperkuat dolar terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset berdenominasi dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Bagi pelaku pasar Indonesia, kebijakan ini menjadi faktor eksternal yang perlu dicermati. Bank Indonesia kemungkinan mempertimbangkan langkah stabilisasi untuk menjaga daya tarik aset domestik.

Pernyataan Trump yang tetap mendukung Warsh menunjukkan dinamika politik di dalam The Fed. Meski demikian, keputusan FOMC tetap diambil secara kolektif oleh dewan gubernur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index