Jurnalis Peru Susy Aponte Polo Tewas Ditembak Saat Kampanye Usai Ancam Bongkar Kasus Polisi

Jurnalis Peru Susy Aponte Polo Tewas Ditembak Saat Kampanye Usai Ancam Bongkar Kasus Polisi
Jurnalis Peru Susy Aponte Polo Tewas Ditembak Saat Kampanye Usai Ancam Bongkar Kasus Polisi

FINANSIALNEWS.COM — Jurnalis sekaligus calon anggota parlemen Peru, Susy Aponte Polo, tewas ditembak saat berkampanye. Penembakan terjadi sepekan setelah ia mengaku menerima ancaman pembunuhan terkait investigasinya terhadap seorang kepala kepolisian.

Susy Aponte Polo, yang dikenal dengan julukan "China Polo", ditembak mati ketika sedang melakukan kegiatan kampanye. Ia merupakan kandidat dalam pemilihan legislatif Peru dan aktif sebagai jurnalis yang menyoroti kasus dugaan penyalahgunaan wewenang di tubuh kepolisian setempat.

Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap wartawan di Amerika Latin. Sepekan sebelum tewas, Aponte Polo secara terbuka mengungkap bahwa dirinya menerima ancaman pembunuhan.

Investigasi yang Diduga Menjadi Pemicu

Ancaman yang diterima Aponte Polo muncul setelah ia menelusuri dugaan keterlibatan seorang kepala kepolisian dalam kasus yang tidak dijelaskan secara rinci oleh pihak berwenang. Laporan investigasinya disebut akan membongkar praktik yang melibatkan pejabat kepolisian.

Hingga kini, kepolisian Peru belum memberikan keterangan resmi mengenai motif penembakan. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kelompok pers internasional mendesak otoritas Peru untuk menyelidiki kasus ini secara transparan. Mereka menilai pembunuhan terhadap jurnalis yang tengah mencalonkan diri sebagai pejabat publik merupakan serangan langsung terhadap kebebasan pers dan proses demokrasi.

Pola Kekerasan terhadap Jurnalis di Amerika Latin

Peru termasuk negara dengan tingkat risiko tinggi bagi wartawan yang meliput isu korupsi dan kejahatan terorganisir. Beberapa kasus serupa sebelumnya juga tidak tuntas diusut, memicu kekhawatiran akan impunitas yang meluas.

Organisasi pers global mencatat bahwa ancaman terhadap jurnalis di kawasan ini sering kali berkaitan dengan liputan yang menyentuh kepentingan aparat keamanan dan jaringan politik lokal. Aponte Polo menjadi contoh terbaru dari pola tersebut.

Kasus ini juga menyoroti kerentanan jurnalis yang sekaligus berperan sebagai figur politik. Kombinasi kedua peran itu membuat mereka menghadapi tekanan dari berbagai arah, baik dari pihak yang diberitakan maupun dari rival politik.

Tuntutan Keadilan dan Pengawasan Pemilu

Lembaga pemantau pemilu Peru meminta agar proses kontestasi tetap berjalan meski diwarnai kekerasan. Mereka menekankan pentingnya perlindungan bagi kandidat yang menyuarakan isu-isu sensitif.

Rekan sesama wartawan dan aktivis menuntut penyelidikan independen yang melibatkan pengawas eksternal. Mereka khawatir penyelidikan yang dilakukan oleh institusi kepolisian akan menimbulkan konflik kepentingan, mengingat target investigasi Aponte Polo berasal dari tubuh yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penangkapan yang dilaporkan. Otoritas setempat berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, namun publik menanti bukti konkret di lapangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index